Persiapan Matang Berujung Kekecewaan

Sumberpost.com | Banda Aceh – Rangkaian pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) di lingkungan kampus berujung kekecewaan. Rasa kecewa dan dirugikan ini tidak hanya dirasakan oleh Pimpinan Umum UKM Sumberpost, melainkan juga seluruh anggota Sumberpost yang telah mencurahkan tenaga dan waktu untuk berlatih agar bisa memaksimalkan dalam penyuksesan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Selasa, 25 Agustus 2026.

Berdasarkan rundown PBAK, sesi pengenalan UKM dan UKK seharusnya berlangsung pada pukul 08.45 hingga 09.15 WIB. Pada waktu tersebut, UKM Sumberpost yang telah mempersiapkan penampilan dan parade saat sound profil dihidupkan menerima kenyataan yang tidak sesuai seharusnya. Ironisnya, penampilan dari UKM dan UKK lain terpantau berjalan lancar dan sesuai porsi, Sumberpost justru menghadapi kendala teknis yang membuat mereka merasa kecewa.

Pimpinan Umum Sumberpost, Ahmad Dani, menyoroti ketidakberesan koordinasi yang terjadi di balik layar. Menurutnya, pihak internal Sumberpost telah menjalankan seluruh instruksi dan arahan panitia dengan tertib dan tepat waktu.

“Kronologi tepatnya saya kurang tahu, tapi sepertinya ada miskomunikasi dan tidak ada konfirmasi antara Penanggung Jawab (PJ) acara dan temper, sedangkan kami sudah mengirimkan apa yang disuruh dalam grup semuanya dan tepat waktu,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kendala koordinasi tersebut berujung pada kebingungan di tingkat pelaksana lapangan. Ahmad juga menambahkan bahwa kesalahan panitia tersebut berujung pada gangguan teknis yang cukup fatal bagi penampilan mereka di lapangan, setelah persiapan matang.

“Seharusnya kami tampil menggunakan sound voice over yang telah kami edit, jadi kami sudah tahu di mana titik-titik krusial untuk melakukan gerakan. Namun, saat sound tersebut tidak diputar, malah dibaca oleh MC dengan intonasi yang agak berbeda dan flat, sementara waktu yang diperlukan sangat terbatas,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Lapangan (Korlab) panitia, Ihsan Noval, tidak menampik adanya berbagai kekurangan dan kendala teknis yang terjadi selama acara berlangsung. Ia mengakui bahwa kendala tersebut bersumber dari lemahnya koordinasi internal.

“Mungkin sebelumnya banyak terjadi miskomunikasi di dalam internal kami, dan itu tidak dapat saya pungkiri karena memang suatu hal yang sudah sering terjadi dan sebenarnya patut kita benahi untuk tahun-tahun kedepannya,” ujarnya.

Terkait permasalahan kendala sound yang dikeluhkan, Ihsan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka mewakili seluruh jajaran panitia pelaksana atas kelalaian tugas yang terjadi.

“Mungkin dari pribadi, mengatasnamakan seluruh panitia, meminta maaf atas kejadian barusan. Apa mereka tidak terlalu fokus dengan jobdesk tersebut, atau terlalu ada jobdesk lain yang seharusnya tidak mereka kerjain malah mereka kerjain, sehingga jobdesk yang seharusnya wajib mereka lakukan terlupakan,” pungkasnya.

Selain itu, menanggapi pertanyaan seputar berapa lama persiapan acara PBAK tersebut, ia mengatakan sudah sejak bulan Juli lalu. Ihsan juga menjelaskan bahwa kendala teknis sound turut dipicu oleh faktor eksternal dari pihak vendor. Ia menyebutkan bahwa pihak penyedia layanan baru memasang perangkat pada H-1 sore hari karena kendala keamanan lokasi.

Meskipun merasa sangat kecewa akibat keteledoran dan minimnya komunikasi dari sebagian panitia terutama mengingat seluruh anggota telah berjuang latihan keras, Pimpinan Umum Sumberpost tetap berharap insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Walaupun kami dan seluruh anggota merasa sangat kecewa karena persiapan latihan keras kami menjadi kurang maksimal akibat keteledoran dari pihak panitia dan tidak adanya komunikasi yang baik, saya harap hal ini tidak terulang lagi kedepannya,” pesan Ahmad Dani.

Ihsan Noval selaku korlap menyampaikan harapannya agar evaluasi ini menjadi pembelajaran bersama guna memperbaiki kualitas koordinasi ke depannya.

“Harapan saya kepada panitia, karena kami tidak hanya menyalahkan satu sisi saja, agar komunikasi ke depannya lebih diperlancar lagi. Komunikasi adalah hal yang paling penting agar tidak terjadi miskomunikasi di sesama internal kami,” tutup Ihsan. []

Editor: Riska Amelia