Mahasiswa PMI Pelajari Praktik Finansial Mikro Islam di Koperasi Jasa Syariah Rezeki Tamita Berkat
Sumberpost.com |Banda Aceh – Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) melaksanakan kegiatan kuliah lapangan di Koperasi Jasa Syariah (KSU) Rezeki Tamita Berkat, kawasan Pasar Lambaro, Aceh Besar pada Senin (29/6/2026). Kunjungan ini digelar sebagai bagian dari praktik langsung mata kuliah Islamic Microfinance guna menemu-kenali peran lembaga keuangan syariah mikro dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat akar rumput. Selasa, (30/06/2026).
Dosen pendamping lapangan menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung pada Senin lalu tersebut bertujuan memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai mekanisme pembiayaan mikro syariah yang menyasar pedagang kecil. Melalui interaksi langsung dengan praktisi, mahasiswa diharapkan memperoleh modal keilmuan untuk ikut mengembangkan ekonomi komunitas secara mandiri setelah menyelesaikan studi.
Manajer Koperasi Jasa Syariah Rezeki Tamita Berkat, Raudah, menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpin oleh Samsul selaku Ketua Koperasi ini berfokus pada sektor super mikro, dengan target utama pedagang kecil atau Nyak-Nyak di Pasar Lambaro. Koperasi ini awalnya didirikan sebagai koperasi karyawan pada 2011 sebelum akhirnya bertransformasi menjadi koperasi umum dan bermigrasi penuh ke sistem syariah pada tahun 2021.
Dalam operasionalnya, koperasi menerapkan kombinasi akad murabahah atau jual beli dan wakalah dengan margin keuntungan sebesar 12 persen untuk jangka waktu 3 bulan. Guna memudahkan para pedagang pasar, koperasi menerapkan sistem jemput bola angsuran harian berbasis aplikasi digital, di mana uang setoran dialokasikan ke rekening anggota, salah satunya produk Tabungan Kurma (Simpanan Khusus untuk Rencana Masa Depan), sebelum didebit otomatis setiap akhir bulan.
Pihak manajemen koperasi juga menegaskan pentingnya komitmen intelektual multisektoral di lembaga syariah. Latar belakang pendidikan tidak membatasi kontribusi dalam industri ini, termasuk peluang besar bagi lulusan PMI untuk mengisi peran komunikasi dakwah, marketing, serta pendampingan sosial ekonomi bagi masyarakat mikro.
Salah seorang perwakilan mahasiswa PMI yang mengikuti kuliah lapangan tersebut menyatakan rasa beruntungnya dapat melihat langsung dinamika keuangan mikro syariah di lapangan.
“Kami merasa sangat beruntung bisa belajar langsung dari para praktisi di sini. Ternyata, mengelola keuangan mikro syariah itu bukan sekadar teori angka di kelas, melainkan tentang bagaimana membangun modal sosial, mengedukasi disiplin keuangan kepada pedagang kecil, sekaligus menjaga integritas atau kejujuran dalam berasuransi harian. Kunjungan ini membuka mata kami bahwa lulusan pemberdayaan masyarakat memiliki peluang besar untuk ikut mendampingi ekonomi umat di sektor super mikro seperti ini,” ujarnya di sela-sela diskusi kelompok.
Di akhir sesi, pihak koperasi juga membagikan pengalaman lapangan terkait tantangan menghadapi kedisiplinan nasabah. Manajemen menerapkan sistem penertiban yang tegas dengan menunda pencairan modal baru bagi nasabah yang menunggak, guna mengubah pola pikir pedagang agar lebih patuh pada komitmen akad waktu tiga bulan yang telah disepakati bersama. [Rel]
