Dari Desa Alur Cantik ke Puncak Prestasi: Kisah Sugeng Warisno Menjadi Lulusan Terbaik FUF UIN Ar-Raniry
Sumberpost.com | Banda Aceh – Di sebuah rumah sederhana di Desa Alur Cantik, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, seorang ayah bekerja sebagai penjaga sekolah demi menghidupi keluarganya. Dari rumah itulah tumbuh mimpi besar yang kini menjadi kenyataan. Putra bungsunya, Sugeng Warisno, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, berhasil mengharumkan nama keluarga dengan meraih predikat sebagai lulusan terbaik FUF pada Wisuda Gelombang I dan II. Ia menyelesaikan studinya dalam waktu 3,74 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 dan predikat cum laude.
Di balik pencapaian tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang berakar dari kesederhanaan. Lahir pada tahun 2004, Sugeng merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara. Ia dibesarkan oleh Abdul Hamid dan Siti Delima dalam keluarga sederhana di Desa Alur Cantik.
Lingkungan keluarga itulah yang membentuk cara pandang Sugeng terhadap kehidupan. Baginya, keterbatasan bukanlah alasan untuk membatasi mimpi. Sejak awal perkuliahan, ia meyakini bahwa perubahan tidak akan datang kepada mereka yang hanya menunggu. Karena itu, ia memilih untuk terus bergerak, belajar, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang datang.
Keyakinan tersebut kemudian diwujudkannya dalam kehidupan kampus. Selain menjaga prestasi akademik, Sugeng juga aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, organisasi bukanlah penghambat keberhasilan belajar seperti yang sering dianggap sebagian orang. Justru melalui organisasi, seseorang dapat belajar kepemimpinan, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan yang akan bermanfaat di masa depan.
“Organisasi tidak membuat prestasi akademik menurun. Justru dari organisasi saya belajar banyak hal yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan cara bekerja sama dengan orang lain,” ujar Sugeng.
Kesibukan di berbagai bidang tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Ia tidak hanya bertanggung jawab sebagai mahasiswa, tetapi juga aktif memimpin organisasi, mengajar di lembaga pengajian, dan mengikuti berbagai kegiatan lainnya. Menjalankan banyak peran sekaligus bukanlah perkara mudah, terutama ketika setiap aktivitas menuntut perhatian yang sama.
Agar semua tanggung jawab dapat berjalan beriringan, Sugeng menerapkan manajemen waktu yang disiplin. Ia menyusun jadwal mingguan, mencatat agenda dalam buku kalender, serta menandai setiap tugas yang telah selesai dikerjakan. Cara sederhana itu membantunya tetap produktif sekaligus menjaga keseimbangan antara kuliah, organisasi, mengajar, dan aktivitas lainnya.
“Saya selalu berusaha membuat jadwal kegiatan dan target yang harus diselesaikan. Dengan cara itu, saya bisa membagi waktu antara kuliah, organisasi, mengajar, dan aktivitas lainnya agar semuanya tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
Di tengah padatnya aktivitas, rasa lelah dan jenuh tentu pernah menghampiri. Namun, setiap kali berada pada titik terendah, Sugeng memilih untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Istighfar menjadi pengingat baginya bahwa manusia hanya berkewajiban untuk berusaha, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketentuan Allah.
Perjalanan itu juga tidak ia lalui seorang diri. Ada sosok yang selalu hadir memberikan dukungan dan motivasi, yakni kakak perempuannya, Nur Halimah. Bagi Sugeng, sang kakak bukan hanya keluarga, tetapi juga sahabat yang selalu mendengarkan keluh kesah serta menguatkannya setiap kali semangat mulai menurun.
Kesungguhan yang dibangun selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Selain dinobatkan sebagai lulusan terbaik universitas, Sugeng juga menorehkan berbagai prestasi di tingkat regional, provinsi, hingga nasional. Di antaranya Juara 1 Putra Budaya Indonesia Intelegensia Tahun 2025; Putra Budaya Provinsi Aceh Tahun 2025; Juara 1 Syarhil Qur’an Putra Tingkat Nasional Tahun 2024; Medali Emas Olimpiade Sejarah Tingkat Nasional Tahun 2023; Duta Penggerak Literasi Indonesia Terfavorit Putra; Juara 1 Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 5 Juz Tingkat Provinsi Aceh; serta sejumlah penghargaan akademik dan nonakademik lainnya.
Di lingkungan kampus, ia juga pernah meraih predikat Mahasiswa Berprestasi UIN Ar-Raniry dan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat periode 2023–2024. Meski telah meraih banyak penghargaan, Sugeng tidak menganggap keberhasilannya sebagai garis akhir.
Baginya, predikat lulusan terbaik adalah amanah yang harus dijaga dengan terus memperdalam ilmu agama, meningkatkan kapasitas intelektual, memperkuat mental, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sugeng menitipkan pesan kepada mahasiswa dan generasi muda agar tidak terlalu lama berada di zona nyaman.
“Jangan diam. Gunakan waktu sebaik mungkin, terus belajar, dan jangan takut mencoba hal-hal baru. Kesempatan tidak datang kepada mereka yang hanya menunggu, tetapi kepada mereka yang berani melangkah dan terus berusaha,” ujarnya.
Kisah Sugeng Warisno menjadi bukti bahwa kesederhanaan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Dari seorang anak penjaga sekolah di pelosok Aceh Tamiang, ia berhasil menorehkan prestasi sebagai lulusan terbaik UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Di balik gelar tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras, kedisiplinan, doa orang tua, serta keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya menuju kesuksesan. []
Reporter : Sukmanil Haq
Editor : Nurul Azkia
