UKK RISPI Gelar Rapat Kerja dan Upgrading “Dari Ide Menjadi Artikel Jurnal”

Sumberpost.com | Banda Aceh – Unit Kegiatan Khusus Riset dan Pengembangan Ilmiah (UKK RISPI) menggelar Rapat Kerja (Raker) sekaligus Upgrading bertajuk “Dari Ide Menjadi Artikel Jurnal: Framework CCTES dan Arsitektur 33 Paragraf untuk Membangun Argumen Ilmiah”, Jumat (28/8/2026), di Gedung Museum LP2M UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Acara dibuka oleh MC Cut Meutia, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat badar oleh Nahzatusy Syima. Selanjutnya, laporan ketua panitia disampaikan oleh Riziq Elfathir, sebelum rangkaian pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Abe Yafi Muqaddas.

Kendali acara kemudian dialihkan oleh MC, Farah Maharani, kepada moderator untuk memasuki sesi inti kegiatan.

Setelah rehat sejenak, kegiatan Upgrading dilanjutkan dengan sesi panel dari pembina UKK RISPI.

Sesi ini disampaikan oleh Rizna Rahmi, dengan tema “Arsitektur Publikasi Ilmiah dan Manajemen Naskah: Strategi Akselerasi Karya Menembus Indeks Bereputasi”. Dalam paparannya, disampaikan bahwa kegagalan tumpukan data menjadi artikel jurnal umumnya berakar dari ketiadaan argumen ilmiah yang jelas, mulai dari topik yang terlalu luas, tinjauan literatur yang sekadar dirangkum tanpa disintesis, hingga bagian hasil dan pembahasan yang tercampur aduk.

Rizna Rahmi turut menjelaskan bahwa Scopus merupakan salah satu sistem yang mengindeks jurnal-jurnal ilmiah, sehingga menjadi acuan penting bagi mahasiswa yang ingin menembus publikasi bereputasi. Ia menekankan dua kunci utama dalam menyusun naskah ilmiah, yakni keberanian untuk menolak teori atau membangun kontra opini terhadap kajian yang sudah ada, serta pentingnya memunculkan novelty dengan mencari gap dari topik-topik yang telah diteliti sebelumnya.

Materi ini juga menekankan pergeseran pola pikir dari sekadar “reporting” menuju “knowledge production”, serta prinsip bahwa artikel jurnal yang bereputasi hanya boleh menceritakan satu ide tunggal (one single idea) yang terjalin erat antara judul, kata kunci, dan bukti data — sebuah konsep yang diistilahkan sebagai “kotak pandora”. Untuk menguji kelayakan sebuah topik penelitian, diperkenalkan pula kerangka CCTES (Controversy, Change, Trend, Emergency, Solution) sebagai alat bantu menilai nilai jual akademik suatu isu, serta strategi menemukan celah penelitian (research gap) secara sistematis melalui pembacaan saran riset, inkonsistensi hasil studi, konteks lokal, dan pemetaan matriks variabel-penulis.

Turut dipaparkan formula 15 kata untuk meracik judul penelitian yang analitis, memadukan objek formal (lensa/teori), objek material (fenomena/kasus), dan konteks (batasan ruang/waktu) serta kerangka besar penulisan artikel bergaya IMRAD yang disusun dalam arsitektur 33 paragraf, mencakup pendahuluan, tinjauan pustaka tiga lapis (konseptualisasi, variabelisasi, indikatorisasi), metode, hasil, diskusi, dan kesimpulan. Salah satu penekanan penting adalah batas tegas antara bagian Hasil yang murni memuat data empiris tanpa analisis, dan bagian Diskusi yang menjadi ruang menjawab “so what” dan “why” dari pola data yang ditemukan.

Materi turut membahas posisi kecerdasan buatan (AI) dalam proses penulisan akademik, dengan menegaskan bahwa AI hanya boleh digunakan sebagai co-pilot untuk brainstorming, pemetaan literatur, dan sintesis referensi, bukan sebagai penulis draf final, apalagi untuk fabrikasi data maupun kutipan hasil AI mentah tanpa verifikasi ke sumber asli.

Rangkaian Upgrading ditutup dengan sesi tanya jawab bersama seluruh peserta, dilanjutkan sesi foto bersama, sebelum secara resmi ditutup oleh moderator.

Usai shalat Jumat, kegiatan berlanjut ke agenda Rapat Kerja (Raker) UKK RISPI, diawali dengan pembacaan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) oleh Riziq Elfathir. Selanjutnya, masing-masing bidang kepengurusan menyampaikan paparan program kerja, yaitu Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan Publikasi, Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), serta Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) dan Media. Dalam sesi ini, turut dibahas rencana audiensi dengan Rektor sebagai bagian dari upaya menuju world class university.

UKK RISPI menyampaikan sejumlah harapan ke depan, di antaranya ketersediaan dana riset dan regenerasi peneliti muda. Sementara itu, ditetapkan pula sejumlah target, yaitu realisasi anggaran yang harus dihabiskan sebelum bulan Oktober, serta keterwakilan pengurus dari setiap fakultas, meliputi FISIP, FAH, dan FDK dengan batas maksimal mahasiswa semester 6, baik melalui jalur open recruitment maupun berbasis rekam jejak kegiatan.

Selain itu, dibahas pula keberlanjutan pembina dan kepengurusan UKK RISPI untuk periode selanjutnya, termasuk pembahasan amprahan dan program kerja ke depan.

Di penghujung acara, Bangkit Saputra menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan, dilanjutkan dengan pengesahan seluruh program kerja per bidang yang dipimpin oleh Riziq Elfathir. Rangkaian Raker kemudian ditutup dengan Rapat Pleno yang dipimpin oleh Syima. [Rel]