Bukan Sekadar Komoditas Perang: Menengok Kembali Akar Islam di Rusia dan Ukraina

Sumberpost.com | Banda Aceh – Saat mendengar nama Rusia dan Ukraina, kebanyakan orang langsung teringat pada perang yang masih berlangsung hingga sekarang. Berbagai media setiap hari menampilkan berita tentang konflik, kerusakan, dan ketegangan politik di antara kedua negara tersebut. Akibatnya, banyak orang hanya mengenal Rusia dan Ukraina dari sudut pandang perang. Padahal, di balik konflik itu terdapat sejarah panjang yang jarang dibahas, salah satunya adalah sejarah perkembangan Islam di wilayah tersebut.

Banyak yang mengira Islam hanya berkembang di Timur Tengah atau negara-negara Asia. Padahal, Islam sudah hadir di wilayah Rusia dan Ukraina sejak lebih dari seribu tahun yang lalu. Bahkan, beberapa wilayah di Rusia mengenal Islam lebih awal dibandingkan masuknya agama Kristen ke daerah yang kemudian menjadi Rusia modern.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama baru atau agama pendatang di kawasan tersebut, melainkan bagian dari sejarah yang telah lama hidup bersama masyarakat setempat. Salah satu bukti penting perkembangan Islam di Rusia adalah berdirinya negara Volga Bulgaria yang menerima Islam sebagai agama resmi pada tahun 922 M. Melalui jalur perdagangan dan hubungan dengan dunia Islam, agama ini berkembang di berbagai wilayah Rusia, terutama di daerah Tatarstan, Bashkortostan, Chechnya, dan Dagestan. Hingga saat ini, jutaan Muslim masih tinggal di wilayah-wilayah tersebut dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial, budaya, dan politik Rusia.

Sementara itu, di Ukraina, jejak Islam sangat erat dengan masyarakat Tatar Krimea. Selama berabad-abad, Krimea menjadi salah satu pusat perkembangan Islam di kawasan Laut Hitam. Masyarakat Muslim di sana membangun masjid, lembaga pendidikan, dan tradisi budaya yang khas. Mereka juga memiliki peran penting dalam perdagangan dan hubungan antarwilayah pada masanya. Namun, sejarah panjang ini sering terlupakan karena perhatian dunia lebih banyak tertuju pada konflik politik yang terjadi saat ini.

Menurut saya, melihat Rusia dan Ukraina hanya dari sisi perang merupakan cara pandang yang terlalu sempit. Perang memang menjadi kenyataan yang tidak bisa diabaikan, tetapi sejarah dan identitas masyarakat di kedua negara juga penting untuk dipahami. Dengan mempelajari sejarah Islam di Rusia dan Ukraina, kita dapat melihat bahwa kawasan Eropa Timur sebenarnya memiliki keberagaman budaya dan agama yang sangat kaya. []

Ditulis oleh : Nahya, Mahasiswi Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Ar-Raniry

Editor : Nurul Azkia