Ketika Media Sosial Mengalahkan Buku

Sumberpost.com|Banda Aceh – Minat membaca masyarakat Indonesia, terutama di kalangan generasi muda, saat ini mengalami penurunan. Di era digital yang serba canggih, berbagai bentuk hiburan dapat diakses dengan mudah melalui media sosial. Akibatnya, banyak orang lebih memilih menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggulir ponselnya daripada meluangkan beberapa menit untuk membaca buku.

Padahal, buku bukan sekadar kumpulan tulisan di atas kertas. Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan yang mampu memperluas wawasan, mengembangkan cara berpikir kritis, memperkaya kosakata, serta meningkatkan kemampuan berimajinasi. Melalui membaca, seseorang dapat memperoleh pengetahuan baru dan membentuk pola pikir yang lebih terbuka. Namun, sayangnya masih banyak yang menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan.

Seharusnya, kemajuan teknologi tidak menjadi penyebab menurunnya minat baca, melainkan menjadi sarana untuk meningkatkannya. Dengan adanya internet dan media sosial, masyarakat justru lebih mudah memperoleh informasi, mengakses buku digital, artikel ilmiah, maupun berbagai bacaan yang bermanfaat. Jika dimanfaatkan dengan bijak, teknologi dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan budaya literasi.

Pada akhirnya, minat membaca harus ditanamkan sejak dini dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi bukanlah musuh bagi dunia literasi, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan. Oleh karena itu, sudah saatnya kita menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan sekadar pilihan, agar mampu menciptakan generasi yang cerdas, kritis, dan berwawasan luas. []

Penulis : Yeni Mardiana (Mahasiswi Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry)

Editor: Miftahul Jannah