DEMA FPSI UIN Ar-Raniry Berikan Edukasi Psikososial bagi Anak Terdampak Banjir Pidie Jaya
Sumberpost.com | Banda Aceh – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Psikologi (FPSI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry melaksanakan kegiatan edukasi psikososial bertajuk “Kenali Tubuhku, Lindungi Diriku: Edukasi Area Privasi pada Tubuh Anak yang Terdampak Banjir di Pidie Jaya” di SD Negeri 8 Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian DEMA FPSI UIN Ar-Raniry terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabencana, khususnya dalam membantu meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan diri, batasan tubuh, serta keberanian anak dalam menghadapi situasi yang tidak aman. Kegiatan yang berlangsung pada 18 Juli ini menyasar siswa kelas 3 hingga kelas 6 sekolah dasar yang terdampak banjir di wilayah Pidie Jaya.
Edukasi psikososial ini menghadirkan Raudhatul Jannah, Psikolog, sebagai pemateri yang memberikan pemahaman mengenai area privasi tubuh, konsep sentuhan aman dan tidak aman, serta langkah-langkah perlindungan diri yang dapat dilakukan anak ketika menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Dalam penyampaian materinya, Raudhatul menjelaskan bahwa terdapat beberapa bentuk sentuhan yang dapat terjadi dalam interaksi sehari-hari, seperti berjabat tangan, sentuhan di bahu sebagai bentuk dukungan, maupun sentuhan kasih sayang dari keluarga. Namun, ia menekankan bahwa setiap sentuhan tetap harus berdasarkan izin dan anak memiliki hak untuk menolak apabila merasa tidak nyaman.
Selain itu, anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai bagian tubuh yang bersifat pribadi dan perlu dilindungi. Peserta diajak memahami bahwa mereka memiliki kendali terhadap tubuhnya sendiri serta berhak mengatakan tidak, menjauh dari situasi yang membuat tidak nyaman, dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya, seperti orang tua, guru, atau pihak yang dapat memberikan bantuan.
Kegiatan ini dikemas dengan pendekatan yang ramah, interaktif, dan sesuai dengan kondisi psikologis anak. Untuk membangun suasana yang nyaman, kegiatan diawali dengan sesi ice breaking berupa gerakan pengenalan area privasi tubuh. Selanjutnya, peserta mengikuti aktivitas kelompok melalui lembar kerja yang membantu memperkuat pemahaman mengenai batasan tubuh dan perlindungan diri secara praktis.
Dalam sesi diskusi, Raudhatul juga menekankan pentingnya membangun kesadaran anak terhadap hak atas tubuhnya sendiri. Ia menyampaikan bahwa edukasi mengenai area privasi menjadi langkah awal dalam membantu anak mengenali situasi yang aman maupun berisiko.
“Area privasi adalah bagian yang tidak boleh disentuh dan dilihat orang lain.” ujar Raudhatul dalam penyampaian materinya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari beberapa pihak, yaitu Crisis Center Psikologi (CCP), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Bank Aceh Syariah, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Dukungan tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan edukasi psikososial serta upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan psikologis anak-anak terdampak bencana.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai perlindungan diri, tetapi juga mendapatkan penguatan psikologis untuk meningkatkan rasa percaya diri, mengenali batasan pribadi, serta berani menyampaikan ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman. DEMA Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Psikologi dalam memberikan edukasi berbasis keilmuan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan psikososial dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak. [Rel]
