Tujuh Mahasiswa FAH UIN Ar-Raniry Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Menengah Tingkat Nasional

Sumberpost.com | Banda Aceh – Sebanyak tujuh mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Menengah (PKMM) Tingkat Nasional. Berlangsung  di Balai Latihan Kepegawaian Pertanian (BLPP) Saree, Kabupaten Aceh Besar pada Kamis, (16/07/2026).

Ketujuh mahasiswa tersebut yakni Zayyaf Naufal Jannah wal Fitra, Muhammad Hafiz Furqani, Putri Tiara Humairah, M. Haikal Muarief, Muhammad Faris, Muhammad Haris, dan Cut Dinda Fitriya. Mereka menjadi bagian dari 70 mahasiswa UIN Ar-Raniry yang mengikuti pelatihan tersebut, yang sebagian besar merupakan pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa). Pelatihan ini bertujuan membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan, berintegritas, mampu berkomunikasi dengan baik, serta memiliki tanggung jawab dalam menjalankan perannya, baik di lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat.

Dalam laporannya, Wakil Ketua Panitia, Prof. Ali Abu Bakar, mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan yang harus terus diasah melalui proses pembelajaran dan pembinaan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kecakapan intelektual dan kemampuan manajerial, tetapi juga mampu mengelola emosi serta memiliki kematangan spiritual sebagai bekal dalam mengambil keputusan dan menjalankan amanah.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, Prof. Mursyid Djawas, mewakili Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa depan. Menurutnya, perkembangan zaman menuntut mahasiswa untuk memiliki karakter yang kuat, integritas, kemampuan komunikasi, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang.

Prof. Mursyid juga membagikan pengalamannya mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan sejak masih duduk di bangku sekolah. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter kepemimpinan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri mengemban berbagai amanah, baik di lingkungan akademik maupun masyarakat.

Salah seorang peserta sekaligus Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa FAH, Zayyaf Naufal Jannah wal Fitra, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman sekaligus wawasan baru yang bermanfaat bagi para peserta.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Perkembangan zaman menuntut setiap pemimpin untuk terus beradaptasi. Karena itu, pola kepemimpinan juga harus mampu menyesuaikan diri agar tetap relevan, efektif, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi organisasi maupun masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas, komunikatif, bertanggung jawab, serta memiliki kecerdasan emosional dan kematangan spiritual dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan maupun memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. [Rel]