15 Mahasiswa FSH UIN Ar-Raniry Dibekali Kepemimpinan Nasional Melalui LKMM
Sumberpost.com | Banda Aceh – Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh Lulus mengikuti Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Menengah (LKMM) Tingkat Nasional yang berlangsung di Balai Latihan Kepegawaian Pertanian (BLPP) Saree, Kabupaten Aceh Besar, pada 16–19 Juli 2026.
Kelima belas mahasiswa FSH yakni Mohd. Mudhawwir Bijeh Mata, Chairurrizki, M Maula Zikri Ramadhan,Teuku Mursyidul Akhyar, Aulia Daffa Zikra, Atika Nabila, Ampon Muqtadir, Hilwa Salsabila, Muhammad Ridho, Fivy Rikho Anggraini, Hartati Aisa Br Pandiangan, Maulidiansyah, Roby Bayu Ardiansyah, Muhammad Habibullah, Hawwir Saputra mereka menjadi bagian dari 70 peserta UIN Ar‑Raniry yang menghadiri pelatihan tersebut. Mayoritas merupakan pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa) dari berbagai unit di kampus UIN Ar-Raniry.
Kegiatan ini digelar dengan tujuan membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan, integritas, kemampuan komunikasi yang baik, dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan peran di organisasi maupun masyarakat.
Wakil Ketua Panitia, Prof. Ali Abu Bakar, menegaskan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang harus terus diasah melalui proses pembelajaran dan pembinaan. Menurut Prof. Ali, pemimpin tidak hanya perlu kecakapan intelektual dan kemampuan manajerial, tetapi juga pengelolaan emosi serta kematangan spiritual sebagai bekal dalam mengambil keputusan dan menjalankan amanah.
Selama empat hari, peserta dipimpin MOT (Man of the Trainer) Aduen Alja dan dibina intensif untuk memperkuat disiplin, mentalitas, akhlak, serta ketaatan beragama. Rutinitas harian peserta diisi dengan kegiatan spiritual dan fisik: sholat berjamaah lima waktu, sholat Jumat berjamaah di Masjid Jamik Baitul Muttaqin, senam pagi, lari pagi, serta makan bersama untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
Peserta menginap di asrama BLPP dengan pengaturan dua orang per kamar, yang turut dimaksudkan untuk melatih kedisiplinan dan kebiasaan hidup bermasyarakat. Program pelatihan menampilkan 13 pemateri dari Aceh dan luar daerah yang membawakan materi beragam untuk memperkaya wawasan kepemimpinan peserta.
Pemateri dan topik utama meliputi: Prof. Dr. Mursyid Djawas, M.Ag. (transformasi UIN dalam pengembangan SDM unggul dan target publikasi internasional 2016–2026); Dr. Bustami Abubakar, M.Hum (kepemimpinan dan manajemen); Dr. Ismail Cawidu, M.Si (wawasan kebangsaan); Dr. Rasyidah M.Ag (gender dan kepemimpinan pada organisasi mahasiswa); Dr. Hendra Syahputra (leadership, networking, dan entrepreneurship); Dr. Ade Irma (komunikasi nonverbal dalam public speaking); Dr. Masrizal S.Sos.I., M.A (karakter seorang pemimpin); Bapak As‑Adi (teknik persidangan); Papay Supriatna, S.S., M.Pd (arah pembangunan dan dinamika politik Indonesia); Dr. Sabirin, S.Sos (orientasi training problem solving dan manajemen konflik); Prof. Dr. Ali Abubakar, M.Ag (syariat Islam); Mahyaruddin (kepemimpinan dan isu global HAM serta lingkungan hidup); dan Rahman Hakim, M.A., C. (materi penutup).
Metode pelatihan mengombinasikan ceramah, diskusi, simulasi, dan latihan praktik yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan manajerial, pemecahan masalah, komunikasi publik, serta kemampuan berjejaring.
Selain materi akademis, peserta juga diberi pembinaan karakter melalui kegiatan kolektif dan pembentukan disiplin sehari-hari yang dianggap penting untuk menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas dan bertanggung jawab. Dan di penghujung Acara Mereka juga di sumpah untuk benar-benar menjadi pemimpin yang pancasilais, visioner, berintegritas, dan berakhlak mulia.Salah seorang peserta perwakilan FSH, Mohd. Mudhawwir Bijeh Mata, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal DEMA FSH UIN Ar‑Raniry, mengungkapkan manfaat langsung dari pelatihan tersebut.
“Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan solutif. Ilmu dan jaringan nasional yang terbentuk selama empat hari ini akan menjadi modal berharga untuk diterapkan dalam kepengurusan organisasi ke depan,” ujarnya seusai penutupan acara.
Pelaksanaan LKMM ini dinilai sukses oleh panitia karena mampu memadukan penguatan kompetensi teknis kepemimpinan dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan akhlak. Dengan bekal materi, pengalaman praktik, dan jejaring baru, para peserta diharapkan kembali ke kampus dengan kapasitas lebih baik untuk memimpin organisasi kemahasiswaan dan berkontribusi positif dalam lingkungan akademik maupun masyarakat luas. [Rel]
