Penetapan Presma Tak Kunjung Dilaksanakan, Legalitas Pengurus UKK dan UKM Ikut Terdampak
Sumberpost.com | Banda Aceh – Keterlambatan pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) atau ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) baru di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menghambat jalannya pelantikan pengurus baru Unit Kegiatan Khusus (UKK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Hal tersebut disampaikan oleh beberapa UKK dan UKM yang ada di UIN Ar-Raniry.
Pemilihan Presma dilakukan melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang di selenggarakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) yang di bentuk oleh Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry. Pada Peraturan Organisasi Mahasiswa (POM) No, 40 pelantikan dilaksanakan secara bersama oleh rektor melalui pelantikan bersama yang mencakup pengurus SEMA-U, DEMA-U, UKK, UKM yang ada di lingkungan kampus.
Pada tahun ini terdapat kendala yang tidak ketahui sebabnya dan pihak media Sumberpost telah berusaha menghubungi pihak SEMA, namun pesannya tak kunjung dibalas untuk memberikan penjelasan lanjut terkait tertundanya demokrasi mahasiswa pada tahun 2026 ini.
Pada bulan Maret silam pihak SEMA mengabarkan akan melakukan pemilihan Presma pada tanggal 20 april 2026 setelah menyelesaikan pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) fakultas terlebih dahulu, tetapi hingga saat ini proses penetapan dan pelantikan Presma belum juga terlaksana secara resmi. Kondisi tersebut menimbulkan keluhan dari sejumlah pengurus UKK dan UKM karena agenda
pelantikan kepengurusan baru ikut mengalami keterlambatan.
Seluruh UKK dan UKM belum melakukan pelantikan dan masih menunggu kepastian untuk pelantikan, pasalnya legalitas kepengurusan baru belum mendapatkan keabsahan secara resmi dan belum dapat di terbitkan sebelum proses pelantikan dilaksanakan.
Hal ini dikeluhkan oleh ketua umum UKM Bela Diri Hapkido, M. Agil Haiqal menyatakan dari keterlambatan pelantikan Presma menghambat proses pada pelantikan UKK dan UKM. Ia juga mengaku keterlambatan ini menyebabkan ketidakpastian administratif dan birokrasi, sehingga selaku pengurus UKK/UKM belum melakukan pelantikan.
”Terkait keterlambatan pelantikan Presiden Mahasiswa (Presma) yang baru, menurut kami hal tersebut menghambat proses pelantikan UKK/UKM yang ada di UIN,” ujarnya.
Para pengurus baru UKK dan UKM berharap pihak terkait segera menyelesaikan proses pemilihan Presma agar pelantikan UKK dan UKM dapat segera dilakukan, mereka menilai organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam pengembangan minat, bakat, serta aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus.
Keterlambatan ini juga berdampak besar di beberapa UKK dan UKM yang ada di lingkungan kampus UIN Ar-Raniry, salah satunya diungkapkan oleh Ketua UKK Sanggar Seulaweut, Zulfikar, ia merasakan dampak yang sangat signifikan terhadap keterlambatan pelantikan untuk kepengurusan baru mereka.
“Untuk lambatnya pemilihan dan pelantikan presma baru itu berdampak untuk kami di pengurus Seni Sanggar Seulawet karna kami tidak bisa membuat pelantikan secara mandiri dan harus tunggu pelantikan bersama,” pungkasnya.
Kemudian dampak lainnya juga disampaikan oleh Sekretaris Umum UKM Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Ar-Raniry Sirojul Fuad Al Fatah dan Nur Inda Andita Wakadiv Humas LDK, mereka mengatakan keterlambatan penetapan Presma ini berdampak dengan masa kepengurusan dan beberapa poin lainnya.
“Dampaknya itu ada beberapa, yaitu terhambatnya program kerja LDK yang akan di laksanakan 1 periode, LDK terlihat tidak aktif dalam lingkungan UIN Ar-Raniry, hilangnya motivasi dan semangat kontribusi antara pengurus LDK yang sudah bergabung dalam kepengurusan tahun ini, ketidakpastian program kerja, pencairan anggaran, Stagnasi Regenerasi yaitu tertundanya suksesi di tingkat pusat dapat memicu kebingungan dalam jadwal regenerasi kepengurusan di tingkat UKM, yang berpotensi menyebabkan penurunan antusiasme anggota baru,” jelas Fuad.
“Dampaknya yaitu masa kepengurusannya terpotong, yang seharusnya genap satu tahun mungkin ini cuma 6 bulan atau lebih, itupun kotor tidak bersih, ada kepotong libur dan segala macam hal lainnya, jadi kinerja kepengurusan tahun ini kurang maksimal karena perubahan waktu tersebut” tambah Andita. []
Reporter: Aura Sura Aini
Editor: Riska Amelia
