HIMAPTI Gelar Workshop Modul Ajar dan Mendeley untuk Tingkatkan Keterampilan Akademik Mahasiswa
Sumberpost.com | Banda Aceh — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi (HIMAPTI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar Workshop Pembuatan Modul Ajar dan Mendeley yang mengusung tema “Pengembangan Keterampilan Akademik Dalam Penyusunan Modul Ajar dan Penggunaan Mendeley Untuk Referensi Ilmiah” guna meningkatkan keterampilan akademik mahasiswa dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan pengelolaan referensi ilmiah di Aula Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) B selama tiga hari, Rabu sampai Jumat tanggal 10-12 Juni 2026. Jumat (12/06/2026)
Kegiatan yang merupakan program kerja HIMAPTI periode saat ini tersebut diikuti sekitar 150 mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) UIN Ar-Raniry, khususnya angkatan 2023 yang sedang mempersiapkan diri menghadapi praktik mengajar dan penyusunan tugas akhir. Ketua HIMAPTI, Fajar Affan, mengatakan workshop tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan pada kepengurusan sebelumnya. Namun, jika sebelumnya hanya berfokus pada penyusunan modul ajar, kali ini HIMAPTI mengintegrasikan pelatihan penggunaan Mendeley untuk menjawab kebutuhan akademik mahasiswa secara lebih komprehensif.
Menurut Fajar, mahasiswa tidak hanya perlu dibekali kemampuan menyusun perangkat pembelajaran sebagai calon pendidik, tetapi juga keterampilan mengelola referensi ilmiah yang dibutuhkan dalam penulisan karya akademik.
“Urgensinya sangat tinggi dan krusial. Tema Pengembangan Keterampilan Akademik Dalam Penyusunan Modul Ajar dan Penggunaan Mendeley Untuk Referensi Ilmiah ini kita rancang bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban program kerja, tapi benar-benar berangkat dari kebutuhan riil mahasiswa di lapangan. Mahasiswa kita butuh bekal konkret. Modul Ajar adalah senjata utama bagi calon pendidik, sedangkan manajemen referensi ilmiah seperti Mendeley adalah pondasi mutlak untuk menyusun Tugas Akhir,” ujar Fajar.
Sementara itu, Ketua Panitia, Nabil Faizy, menyebutkan tingginya antusiasme peserta menjadi salah satu alasan materi workshop dibagi ke dalam dua fokus utama, yakni penyusunan modul ajar dan penggunaan Mendeley. Pembagian tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga memiliki waktu yang cukup untuk praktik secara langsung.Nabil menjelaskan kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Program Studi PTI tersebut berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Menurutnya, secara keseluruhan workshop berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta.
Ia mengaku bangga melihat dedikasi panitia serta antusiasme peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung. Nabil berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kegiatan akademik maupun praktik mengajar di lapangan.
“Pesan saya, semoga kolaborasi yang baik ini terus terjaga. Harapannya, ilmu yang sudah disampaikan oleh pemateri benar-benar bisa diimplementasikan oleh kawan-kawan mahasiswa, baik untuk menunjang kelancaran PPKPM maupun mempermudah proses penyusunan skripsi ke depannya,” pungkas Nabil. []
Reporter: Nurul Azkia
Editor:Miftahul Jannah
