Webinar Nasional “Melek Ekonomi Indonesia” Dorong Mahasiswa Lebih Kritis Mengawal Kebijakan Ekonomi
Sumberpost.com|Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry menyelenggarakan Webinar Nasional “Melek Ekonomi Indonesia: Memahami Kebijakan, Mengawal Perubahan, dan Menyiapkan Generasi Muda yang Berdampak” secara daring melalui Google Meet, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Jundi Al Muhandis, Ketua BEM FEB UI sekaligus bagian dari Melek APBN UI, sebagai narasumber untuk membahas kondisi ekonomi Indonesia, arah kebijakan pemerintah, serta peran generasi muda dalam mengawal kebijakan publik.
Webinar tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Aceh, STAIN Mandailing Natal (STAIN MADINA), Universitas Alma Ata, serta STAI DDI Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dalam pemaparannya, Jundi mengajak peserta untuk melihat APBN bukan sekadar kumpulan angka pendapatan dan belanja negara, tetapi sebagai gambaran mengenai bagaimana pemerintah menentukan prioritas dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
Ia membahas sejumlah isu ekonomi yang tengah menjadi perhatian, mulai dari ruang fiskal yang semakin terbatas, efisiensi anggaran, Transfer ke Daerah (TKD), program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, hingga daya beli masyarakat. Menurutnya, memahami kebijakan ekonomi perlu dilakukan dengan melihat data sekaligus mempertanyakan apakah kebijakan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Jundi juga menyinggung persoalan ketepatan sasaran program pemerintah serta pentingnya melihat dampak kebijakan dalam jangka panjang. Salah satu isu yang turut dibahas adalah kondisi daya beli kelas menengah yang menjadi perhatian dalam dinamika ekonomi Indonesia.Jundi sendiri merupakan mahasiswa yang aktif menyuarakan isu ekonomi dan kebijakan publik.
Selain menjalankan perannya sebagai Ketua BEM FEB UI dan bagian dari Melek APBN UI, ia juga beberapa kali terlibat dalam diskusi di media nasional, salah satunya Kompas TV, dalam pembahasan mengenai kondisi kelas menengah dan kenaikan harga Pertamax.
Pembahasan yang dibawakan dengan gaya yang dekat dengan generasi muda membuat webinar berlangsung interaktif. Sejumlah peserta turut mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan terkait persoalan ekonomi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga menguji pemahaman dan membangun perspektif kritis terhadap kebijakan pemerintah.
Ketua Panitia, Said Imam Risky, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan ekonomi dan kebijakan publik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam berbagai persoalan ekonomi yang terjadi, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertanya, berdiskusi, dan memahami bagaimana sebuah kebijakan dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.” ujarnya.
Sementara itu, Ketua HMP Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry, Rifqi Akram, menilai kegiatan tersebut penting bagi mahasiswa sebagai generasi yang akan berhadapan langsung dengan berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi kita, khususnya mahasiswa, untuk tidak hanya memahami kondisi dan kebijakan ekonomi Indonesia, tetapi juga membangun keberanian untuk berpikir kritis, berdiskusi, serta mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam webinar tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada narasumber dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Semoga webinar ini tidak berhenti pada penambahan wawasan, tetapi juga menjadi langkah kecil untuk melahirkan generasi muda yang lebih peka, kritis, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.” ucapnya.
Melalui webinar ini, HMPS Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry berharap mahasiswa dapat semakin melek terhadap persoalan ekonomi, tidak mudah menerima informasi secara mentah, serta mampu memahami dan mengawal kebijakan publik berdasarkan data dan kondisi nyata di masyarakat. [Rel]
