Puluhan Mahasiswa Suarakan Tuntutan Penanganan Bencana dan Perlindungan DAS di Aceh
Sumberpost.com | Banda Aceh – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Aceh. Aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), serta sejumlah perwakilan kampus lainnya. Aksi berlangsung pada Jumat (3/7/2026).
Menurut pantauan Sumberpost di lokasi, sebelum menuju Kantor Gubernur Aceh, massa aksi terlebih dahulu berkumpul di kawasan Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh. Selanjutnya, mereka berjalan menuju lokasi aksi dengan membawa sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh.
Dalam aksinya, mahasiswa mendesak pemerintah pusat segera menetapkan status bencana nasional atas bencana yang melanda Aceh. Mereka juga meminta pemerintah menetapkan produk hukum yang mengatur secara rinci mekanisme penyaluran anggaran penanganan bencana melalui APBN maupun dana reprioritasi kementerian dan lembaga.
Selain itu, mahasiswa menuntut penghentian program-program yang dinilai bersifat populis dan berpotensi memboroskan anggaran negara. Massa aksi juga mendesak Pemerintah Aceh mencabut izin perkebunan sawit dan aktivitas pertambangan yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Menurut mereka, kawasan tersebut harus mendapat perlindungan guna mencegah kerusakan lingkungan yang dapat memperparah risiko bencana. Tak hanya itu, mahasiswa juga turut meminta agar anggaran penanggulangan bencana yang telah dicairkan pemerintah pusat disalurkan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.Di
Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian tampak berjaga di sejumlah titik di sekitar Kantor Gubernur Aceh guna memastikan demonstrasi berlangsung tertib dan kondusif. Seiring berjalannya aksi, jumlah personel kepolisian di lokasi juga tampak bertambah untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Di tengah aksi tersebut, massa juga membakar ban bekas di depan kawasan Kantor Gubernur Aceh. Sejumlah peserta aksi juga terlihat mencoret beberapa tiang di area kantor gubernur menggunakan cat semprot serta mengibarkan bendera Bulan Bintang. Hingga petang, aksi demonstrasi masih berlangsung. Situasi di sekitar Kantor Gubernur Aceh terpantau semakin memanas dengan bertambahnya jumlah personel kepolisian yang berjaga. Massa aksi juga tetap bertahan di lokasi sambil terus menyampaikan tuntutannya. []
Editor: Riska Amelia
