Pantai Menjadi Ruang Bersuara: Komunitas MELATI Gelar Aksi Edukasi Kekerasan Seksual
Sumberpost.com | Banda Aceh – Komunitas MELATI (Memberi Langsung Tanpa Imbalan) sukses menggelar kegiatan edukasi mengenai kekerasan seksual di Sophie’s Sunset Library. Kegiatan tersebut diisi langsung oleh dua pemateri, yaitu Raihan Lubis selaku CEO Sophie’s Sunset Library yang juga merupakan jurnalis dan penulis, serta Unsfur Ridaha yang merupakan dosen sekaligus psikologi. Berlangsung pada Sabtu, (09/05/25).
Selain itu, acara ini turut menampilkan teatrikalisasi puisi dan membuka ruang bersuara bersama bagi peserta untuk bercerita serta berbagi pengalaman. Kegiatan berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 18.20 WIB. Hadirnya kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi korban maupun peserta untuk menyampaikan pengalaman dan cerita terkait kekerasan seksual. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan ruang untuk bercerita, menyampaikan pendapat, dan saling mendukung satu sama lain.
Kegiatan ini menjadi pelaksanaan program pertama yang diadakan oleh Komunitas MELATI, dengan tema “ Suara Perlawanan”. Ayang Kia Dermawan selaku founder dari MELATI mengungkapkan bahwa tema kekerasan seksual ini di angkat karena kekerasan seksual bukan isu yang jauh dari kehidupan. Ia bisa terjadi di sekitar kita, kepada siapa saja, dan dimana saja.
“Isu ini penting diangkat ke permukaan, sebagai bentuk perlawanan terhadap pelaku kekerasan seksual diluar sana” ujar ayang.
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta perempuan yang berasal dari berbagai kalangan mahasiswa dan diselenggarakan khusus untuk perempuan. Dina ramadani yang merupakan peserta ikut berpesan kepada korban kekerasan seksual yang masih takut berbicara.
“Pesan saya kepada para korban-korban di luar sana yang mungkin saat ini masih berjuang untuk keadilan dirinya, jangan pernah takut untuk bersuara dan melawan apapun bentuk kekerasan seksual, baik berbentuk verbal maupun nonverbal,” ungkapnya.
Dalam penyampaiannya, Raihan Lubis juga mengatakan bahwa kekerasan seksual tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi juga dapat dialami oleh laki-laki.Terakhir unsfur ridha selaku pemateri berpesan kepada semua peserta untuk menjaga batas dengan lawan jenis serta mendorong peserta untuk berani bersuara terkait tindakan kekerasan seksual.
“kita perempuan harus berani bersuara ketika mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual,” ujarnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan sertifikat kepada para pemateri. []
Reporter : Anisaton Humaira
Editor: Riska Amelia
