“Lead the Change”, Upgrading dan Raker HIMASKI Dorong Pengurus Bergerak dan Turunkan Ego

Sumberpost.com | Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Sejarah dan Kebudayaan Islam (HIMASKI) sukses menggelar kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker)  bertempat di Aula Rektorat. Mengusung tema “Lead the Change”, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan visi seluruh pengurus agar tidak hanya menunggu, tetapi aktif bergerak menciptakan perubahan. Selasa (09/06/2026).

Ketua Umum HIMASKI, M. Haikal Mua’rief, dalam penyampaiannya harapan besar agar forum ini menjadi ruang produktif bagi seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya sinergi antar pengurus.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh mahasiswa yang hadir mampu bertukar gagasan, berdiskusi secara mendalam, dan pada akhirnya dapat berkolaborasi dengan baik untuk satu periode ke depan,” ujar Haikal.

Dalam paparannya, Haikal menjelaskan makna di balik tema yang diusung. Menurutnya, filosofi Lead the Change adalah sebuah ajakan untuk menolak pasif. Ia menegaskan bahwa menjadi lebih baik adalah sebuah proses berkelanjutan yang tidak bisa dicapai dalam semalam.

“Makna dari tema ini adalah, jangan menunggu waktu yang tepat untuk menjadi baik, tetapi kitalah yang harus terus bergerak untuk menjadi yang terbaik. Upaya itu adalah proses panjang yang tidak bisa dilakukan dalam satu malam,” tegasnya di hadapan peserta.

Lebih lanjut, Haikal berpesan kepada seluruh jajaran pengurus untuk menghilangkan sekat-sekat individual. Ia menekankan tiga kunci utama agar roda organisasi berjalan harmonis.         

“Harapan saya kepada seluruh pengurus, mari kita saling merangkul, mengedepankan kerja sama dan rasa tanggung jawab, serta yang terpenting adalah kesediaan untuk menurunkan ego masing-masing. Karena hanya dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan perubahan itu,” pungkasnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi program kerja, tetapi juga sebagai pijakan awal bagi pengurus untuk memperkuat ikatan internal. Dengan semangat kolaborasi yang dibangun, HIMASKI optimis mampu mencetak gerakan nyata dan membawa dampak positif bagi mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ridwansyah, dalam kesempatan yang sama turut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Ia menekankan bahwa esensi utama dari Upgrading dan Raker kali ini adalah menciptakan ruang dialog yang hidup dan setara bagi seluruh peserta.

“Poin terpenting yang ingin kami tekankan dari kegiatan ini adalah bagaimana kita bisa memaksimalkan forum ini. Saya berharap betul agar teman-teman mahasiswa tidak ragu untuk bertukar ide atau gagasan. Di sini, tidak ada istilah ide yang terlalu kecil atau terlalu sederhana. Justru dari gagasan-gagasan itulah inovasi hebat biasanya bermula,” ujar Ridwansyah.

Ia menambahkan bahwa proses diskusi menjadi jantung dari setiap pengambilan keputusan. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan justru diperlukan untuk mematangkan sebuah rencana.

“Kami mendesain kegiatan ini agar diskusi bisa berjalan dua arah. Harapannya, setiap mahasiswa berani menyampaikan pandangannya, saling mengkritisi dengan sehat, dan mencari solusi bersama. Karena dari diskusi yang matang, kita bisa merumuskan program kerja yang benar-benar menjawab kebutuhan,” jelasnya.

Lebih jauh, Ridwansyah menegaskan bahwa puncak dari proses bertukar ide dan berdiskusi adalah terwujudnya kolaborasi yang solid. Ia mengingatkan bahwa tanpa kerja sama, sebaik apa pun ide tidak akan bisa dieksekusi dengan maksimal.

“Pada akhirnya, kita tidak ingin hanya berhenti di ide dan diskusi. Kami ingin semuanya bermuara pada aksi nyata lewat kolaborasi. Tidak ada lagi sekat-sekat divisi atau angkatan. Tugas kita bersama adalah menyatukan potensi yang ada, saling merangkul, dan bergerak sebagai satu kesatuan tim. Di situlah kekuatan HIMASKI yang sesungguhnya,” pungkasnya. [Rel]