Peduli Lingkungan, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Soroti Kebersihan dan Pengurangan Sampah Plastik di Kampus
Sumberpost.com | Banda Aceh – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kampus serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Meski menilai kondisi kampus secara umum cukup bersih, mereka masih menemukan beberapa titik yang perlu mendapat perhatian lebih, terutama terkait kebersihan dan ketersediaan fasilitas tempat sampah, berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (10/06/2026).
Selain itu, mahasiswa juga mendorong peningkatan kesadaran sivitas akademika terhadap pengelolaan sampah. Kebiasaan membawa tumbler dan wadah makan sendiri dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan kampus.
Aktivitas pengangkutan sampah oleh petugas kebersihan terlihat berlangsung di lingkungan UIN Ar-Raniry. Sebuah truk pengangkut sampah tampak mengumpulkan sampah dari sejumlah titik di kawasan kampus sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Suhaiya, mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) UIN Ar-Raniry, menilai kondisi lingkungan kampus secara umum sudah cukup baik. Namun, menurutnya masih terdapat beberapa area yang kurang mendapatkan perhatian dalam hal kebersihan.
“Secara umum sudah sangat baik, tetapi masih ada beberapa tempat yang agak terbengkalai dan jarang dibersihkan. Biasanya yang sering dibersihkan adalah area yang banyak dilewati orang. Salah satunya kantin di lingkungan Fakultas Ushuluddin yang menurut saya masih perlu perhatian lebih karena terlihat kurang terawat,” ujarnya, Selasa (09/06/2026).
Menurut Suhaiya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana. Ia mengaku selalu berusaha membawa tumbler setiap hari untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kalau saya lupa membawa tumbler, sampah botol atau gelas plastik tetap saya kumpulkan dan saya pilah. Saya juga sering membawa bekal atau wadah makan sendiri agar bisa mengurangi sampah plastik,” katanya.
Senada dengan itu, Raihani Aisyah, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry, menilai kondisi lingkungan kampus, khususnya di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) serta kawasan kantin Jami’ah di belakang rektorat, tergolong bersih dan terawat.
“Selama saya berada di FDK dan Jami’ah, kondisinya cukup bersih. Jarang terlihat sampah berserakan, paling hanya dedaunan kering. Walaupun beberapa kali saya pernah melihat sampah botol minuman di area parkir,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan fasilitas isi ulang air minum gratis yang membantu mahasiswa mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
“Saya selalu membawa tumbler, apalagi sekarang ada fasilitas isi ulang air minum gratis di fakultas. Itu sangat bermanfaat,” pungkasnya.
Meski demikian, Raihani menyoroti masih kurangnya ketersediaan tempat sampah di beberapa lokasi kampus sehingga mahasiswa terkadang harus menyimpan sampah terlebih dahulu sebelum menemukan tempat pembuangan.
“Saya tidak terlalu sering melihat tempat sampah di Fakultas Dakwah, jadi kadang saya harus menyimpan sampah sendiri dulu sampai menemukan tempat sampah,” tutupnya.
Kedua mahasiswa tersebut sepakat bahwa kebersihan lingkungan kampus tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh sivitas akademika melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga fasilitas yang tersedia. []
Reporter: Riska Amelia
Editor: Nurul Azkia
