Mahasiswa UIN dan USK Gelar Petualangan Budaya dan Sejarah, Ziarah ke Makam Syekh Hamzah Al-Fansuri
Sumberpost.com | Banda Aceh – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian nilai sejarah dan budaya lokal, mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Petualangan Budaya dan Sejarah di ujung pancu, Banda Aceh, Sabtu (3/05/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Halaqah Aneuk Bangsa dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) UIN Ar-Raniry ini mengangkat tema “Seujarah Geutanyoe, Jati Diri Geutanyoe”.
Rangkaian aktivitas dalam kegiatan ini meliputi ziarah ke makam Syekh Hamzah Al-Fansuri, penelusuran biografi beliau, eksplorasi alam terbuka, serta rihlah dan makan bersama.
Muhammad Ash-Shafy mahasiswa UIN Ar-Raniry dan Mukhsalmina mahasiswa USK ditunjuk sebagai ketua rombongan dalam kegiatan ini. Dalam keterangannya, Mukhsalmina menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat ingatan kolektif terhadap sejarah intelektual Islam di Nusantara.
“Syekh Hamzah Al-Fansuri adalah tokoh penting dalam sejarah Islam di Aceh dan Nusantara. Mengenal beliau bukan hanya sekadar mengetahui masa lalu, tetapi juga mengambil pelajaran berharga untuk masa depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini turut menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi mahasiswa lintas fakultas di USK. Makam Syekh Hamzah Al-Fansuri menjadi pilihan kami pada petualangan kali ini adalah dikarenakan beliau dikenal sebagai sosok ulama yang konsisten dan kokoh dalam prinsip tauhid, serta memiliki pemikiran kritis yang patut dijadikan teladan bagi kehidupan masa kini.
Yusuf, Ketua Umum HMPS PBA FTK UIN Ar-Raniry, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.
Menurutnya, keterlibatan aktif mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan agenda kebudayaan semacam ini menunjukkan semangat kepemudaan yang luar biasa.
“Kita bersyukur dengan diinisasikannya kegiatan ini oleh PSDM HMPS PBA. Saya turut bangga dan senang dengan semangat dan inisiatif dari para pengurus, terkhusus dari PSDM yang menjadi panitianya,” ucapnya.
“Seruu, buat aku yg masih minim ilmu, karena gak cuma ziarah aja, dari pihak panitia juga ada berkongsi profil syaikh, kisah hidup nya”, ujar Rulia Nurizzati, salah seorang peserta petualangan kali ini.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman peserta tentang sejarah dan budaya Aceh, namun juga mempererat relasi sosial antar mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik. Dengan semangat kolaboratif dan semangat cinta sejarah, diharapkan kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang.[Rel]
