(Dok/AI)

Hari Buruh, Lebih dari Sekadar Hari Libur

Sumberpost.com | Banda Aceh – Hari Buruh Internasional atau yang dikenal sebagai May Day bukan sekadar tanggal merah di kalender. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya hari libur biasa kesempatan untuk beristirahat dari rutinitas. Namun, di balik itu, Hari Buruh menyimpan sejarah panjang tentang perjuangan, pengorbanan, dan tuntutan akan keadilan bagi para pekerja di seluruh dunia. Jumat (01/05/2026).

Hari Buruh adalah hari solidaritas pekerja di seluruh dunia untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut keadilan sosial. Peringatan ini mengingatkan kita untuk selalu menghargai kerja keras jutaan buruh yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Di balik peringatan setiap 1 Mei, terdapat kisah penuh perjuangan dan solidaritas para buruh. Dahulu, buruh harus menghadapi kondisi kerja yang sangat berat tanpa perlindungan yang baik. Jam kerja yang panjang, upah rendah, serta lingkungan yang berbahaya menjadi makanan keseharian. Meski sudah biasa, tentu itu bukan hal yang semestinya didapatkan. Dari sanalah muncul perlawanan yang melahirkan peristiwa penting yang dikenang dan diperjuangkan hingga hari ini.

Di Indonesia sendiri, Hari Buruh memiliki dinamika yang unik. Setiap tahunnya, buruh dari berbagai sektor turun ke jalan, menyuarakan aspirasi mereka. Isu yang diangkat pun beragam, mulai dari kenaikan upah minimum, perlindungan tenaga kerja, hingga kritik terhadap kebijakan yang dianggap merugikan buruh

Tema Hari Buruh 2026 ini Fokus pada kesejahteraan, upah layak, dan perlindungan kerja yang aman.

sejarah lahirnya hari buruh

Sejarahnya bermula di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, ketika kelompok pekerja mulai memperjuangkan hak-hak mereka di tempat kerja, seperti waktu kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan kondisi kerja yang lebih aman.

Pada tanggal 1 Mei 1886, terjadi aksi unjuk rasa yang melibatkan ribuan pekerja di Chicago, Amerika Serikat, yang meminta hak-hak mereka di tempat kerja. Namun, aksi tersebut berakhir dengan kekerasan dan kematian beberapa orang, sehingga empat orang aktivis buruh dipenjara dan dihukum mati atas tuduhan melakukan tindakan terorisme.

Peristiwa ini kemudian menjadi pemicu bagi gerakan buruh internasional untuk memperingati perjuangan para pekerja dan memperjuangkan hak-hak mereka di tempat kerja. Pada tahun 1889, Kongres Buruh Internasional yang diselenggarakan di Paris, Prancis, memutuskan untuk menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.

Sejak saat itu, peringatan May Day menjadi momen penting bagi para pekerja di seluruh dunia untuk menyuarakan hak-hak mereka, termasuk di Indonesia. Namun, peringatan May Day di Indonesia mengalami perubahan setelah terjadinya peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965, di mana pemerintah Orde Baru melarang kegiatan buruh yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Sejak saat itu, peringatan May Day digantikan dengan Hari Buruh Nasional yang diperingati pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya di Indonesia.

Selamat Hari Buruh Internasional, semoga Buruh atau Pekerja menjadi lebih sejahtera. []

Reporter: Anisaton Humaira

Editor: Miftahul Jannah