UIN Ar-Raniry Kupas Peluang Studi ke Irlandia Melalui Webinar ‘Emerald Dreams’

Sumberpost.com | Banda Aceh — Unit Pelayanan Teknis (UPT) International Office (IO) bersama International Office Students Volunteer (IOV) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Study in Ireland: Emerald Dreams” pada Sabtu (25/4/2026).

Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 57 peserta ini mengupas tuntas sistem pendidikan, peluang beasiswa, hingga prospek karier bagi mahasiswa internasional di Irlandia.

Dalam sambutannya Prof. Saiful Akmal menyampaikan semoga ikhtiar IOV melakukan kegiatan Web Seminar (webinar) ini, bisa untuk membuka cakrawala berpikir dan memperkuat komitmen transformasi lainnya, sehingga dapat membuka jaringan intelektual dan kesempatan yang lebih luas sebagai motivasi agar bisa terus belajar di ranah internasional untuk menjadi lebih baik, tidak hanya destinasi tradisional seperti Inggris, USA, Jerman, Jepang dan Australia.

Diskusi akademik ini menghadirkan Imam Munandar, S.Pd.I., M.Tesol., akademisi dari University of Galway Ireland, sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, disoroti bahwa Irlandia kini menawarkan sistem pendidikan tinggi dengan kualifikasi yang diakui secara internasional serta memiliki keterkaitan erat dengan penelitian dan industri.

Keunggulan lainnya adalah tersedianya program gelar yang diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, sehingga menghapus hambatan bahasa bagi mahasiswa internasional.

Sistem pendidikan tinggi di Irlandia menaungi beberapa jenis institusi, meliputi Universitas Teknologi, Perguruan Tinggi Pendidikan, dan Institusi Spesialis. Kualitas pendidikan di institusi-institusi tersebut diklasifikasikan ke dalam National Framework of Qualifications (NFQ) yang memiliki sepuluh level. Program yang relevan bagi mahasiswa internasional berada pada Level 7 hingga 10, mencakup jenjang sarjana hingga doktoral. Seluruh standar akademik dan integritas kualifikasi ini diawasi secara ketat oleh lembaga negara Quality and Qualifications Ireland (QQI).Terkait sistem perkuliahan, tahun akademik di Irlandia berjalan dari bulan September hingga Mei yang terbagi ke dalam dua semester utama. Untuk prosedur pendaftaran, calon mahasiswa program sarjana diwajibkan mendaftar secara terpusat melalui Central Applications Office.

Sementara itu, pendaftaran untuk program pascasarjana dilakukan secara langsung ke masing-masing universitas tujuan.

Biaya menjadi salah satu perhatian utama yang dibahas dalam webinar tersebut. Estimasi biaya hidup tahunan bagi mahasiswa di Irlandia berkisar antara €10.000 hingga €20.000. Pengeluaran terbesar umumnya dialokasikan untuk akomodasi, dengan tarif kamar bersama sekitar €400 dan kamar pribadi di atas €850 per bulan. Meski demikian, tersedia berbagai beasiswa dari pemerintah maupun universitas, seperti Government of Ireland International Education Scholarships (GOI-IES) yang memberikan bantuan finansial signifikan bagi mahasiswa berprestasi.

Di samping persiapan akademis dan finansial, mahasiswa asing juga memiliki peluang berkarir melalui Third Level Graduate Scheme. Skema ini memungkinkan lulusan untuk menetap di Irlandia guna mencari pekerjaan dan membangun pengalaman karir global, terutama di sektor teknologi, farmasi, dan keuangan yang menjadi kekuatan ekonomi negara tersebut.

Menutup sesi webinar, Imam Munandar menitipkan pesan motivasi yang mendalam bagi seluruh peserta agar tetap optimis dalam mengejar cita-cita.

“Yakin jangan pernah mundur, apapun yang ada di kepala kita dan diikhtiarkan dengan doa serta usaha, pasti bisa menjadi kenyataan,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa terus menjaga semangat juang mereka.

“Jangan pernah menyepelekan mimpi,” sambungnya. [Rel]