Diskusi Studi Islam di Barat, Spontanitas Terhadap Pandangan Masyarakat

Sumberpost.com | Banda Aceh – Terkait pemberitaan mengenai agama yang sedang berkembang di Aceh, International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) bekerjasama dengan Program Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry mengadakan Diskusi Publik : Membincangkan Studi Islam Di Barat, di Ruang Seminar Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry, Sabtu (17/1).

SAM_1122

Direktur Netherleands Interuniversity School for Islamic Studies, Leon Buskens, alumni Islamic Studies Temple University USA, Yusny Saby, dan alumni Islamic Studies McGill University Kanada, Amirul hadi pun di hadirkan sebagai pembicara. Sedangkan moderator oleh alumni Religious Studies Harvard University USA,Asna Husen.

Arfiansyah, salah seorang penyelenggara mengatakan dialog tersebut untuk merespon pandangan-pandangan masyarakat yang kurang positif terhadap studi Islam di barat. “Selama ini banyak publikasi tentang studi-studi Islam di barat dinilai tidak baik,  itu yang perlu kita klarifikasi,” kata Arfiansyah.

Diskusi itu juga untuk menambah wawasan, bagaimana sebenarnya islam di kembangkan di daerah barat. Sehingga, lanjut Arfiansyah, orang yang belum pernah merasakan studi Islam di barat tidak langsung mengkritik dan tidak asal ngomong, “Masyarakat harus melihat lebih dalam, jangan asal fitnah, itu menurut kami tidak bagus,” ujar Arfiansyah kepada sumberpost.com.

“Kami di sini menghadirkan para profesor untuk memaparkan studi islam di barat, biar informasinya berimbang, jangan hanya mendengar dari satu pihak, tapi gak mendengar dari pihak lain”.

Ia mengaku, diskusi itu di laksanakan berdasarkan spontanitas. Pihaknya hanya coba merespon keadaan yang berkembang di aceh belakangan ini. “Semoga setelah acara ini kita dapat informasi yang berimbang dan menambah wawasan. Sebelum kita ngomong sebaiknya kita tau dulu masalahnya, jangan langsung menghujat,” tutupnya.

Abdul hadi firsawan, Reza maulana

Mungkin Anda Menyukai