Gubernur Ganti Direktur RSIA

Sumberpost.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh resmi mengganti Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Provinsi Aceh, drg. Erni Ramayani dengan dr. Amri Kiflan pada Senin (04/04/2016) menjelang magrib di Aula Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh.

Pergantian direktur RSIA masuk dalam agenda pelantikan pejabat baru eselon II dan III. Selain Amri Kiflan yang baru dilantik sebagai direktur RSIA, ada delapan pejabat lain yang juga dilantik.

Asmauddin dilantik sebegai sebagai Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh dan SDM, Iskandar Zulkarnaen sebagai Kepala Bada Investasi dan Promosi Aceh, dan Asnawi sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh.

Selain itu, Muhammad Yahya dilantik sebagai Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Aceh, Munawar sebagai Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, dan Ilyas Nyak Tuy sebagai Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah Aceh.

Sedangkan dr. Wahyu Zulfansyah dilantik sebagai Kabid Pembinaan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan dan Kefarmasian pada Dinkes Aceh, dan Z. Abidin Usman sebagai Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Unsur Pelaksana Badan Penganggulangan Bencana Aceh.

Sekreatris Daerah Pemerintah Aceh, Dermawan mewakili Gubernur Aceh melantik kesembilan pejabat baru eselon II dan III tersebut. Dalam sambutannya ia mengatakan, mutasi pejabat dilakukan merujuk pada norma-norma yang berlaku.

“Baik itu menyangkut kinerja, kompetensi, integritas, dan aspek manajemen sumber daya manusia lainnya. Semuanya dilakukan dengan cermat dan matang. Diharapkan, pergantian ini dapat mendorong kinerja SKPA agar terus mengalami perbaikan,” ujar Dermawan.

Kinerja Menurun

Usai melantik pejabat, kepada wartawan Dermawan mengatakan, mutasi Direktur RSIA, drg. Erni Ramayani kepada dr. Amri Kiflan disebabkan kinerja RSIA yang akhir-akhir ini menurun.

“Saya kira karena kinerjanya, juga ada kejadian-kejadian di RSIA belakangan. Kita sudah evaluasi. Gubernur juga melihat bagaimana pandangan masyasrakat terhadap kinerja SKPA,” kata Dermawan

Ia berujar, kinerja RSIA dibawah kepemimpinan drg. Erni Ramayani tidak terlalu buruk, hanya saja, mutasi dilakukan untuk peningkatan kinerja yang lebih baik dari seluruh SKPA. Usai mutasi, drg. Erni Ramayani menjabat sebagai pelaksanan pada BLUD Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin. []

Abd Hadi F

Mungkin Anda Menyukai