Tips Menjadi Travelog oleh Admin Wisata Aceh

Sumberpost.com | Banda Aceh – Workshop Travelog menjadi rangkaian acara pembuka Pekan Kreativitas Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Senin (27/3/2017).

Pembicara sekaligus Admin Travelog Wisata Aceh, Fakhrizan Mahyeddin dalam materinya mengatakan, untuk menjadi travelog yang handal mesti istiqamah. Ia berujar, kelemahan para travelog muda saat ini adalah mudah mengeluh dan cepat putus asa.

“Butuh waktu empat tahun agar akun yang saya kelola mendapat banyak followers dan iklan hingga saat ini,” kata Fakhrizan.

Ia menyarankan agar kepada travelog muda mengurangi postingan selfie pada akun miliknya. Menurutnya, foto selfie menjadi pemicu kurangnya followers pada sosial media.

“Orang saat ini lebih butuh informasi tentang dinasti wisata menarik yang belum pernah dikunjungi. Dalam hal ini teman-teman punya kesempatan mempromosikan daerah sendiri melalui akun media sosial daripada upload foto selfie yang kurang bermanfaat,” katanya.

Ia juga meminta kepada travelog muda yang serius agar memberikan jadwal khusus setiap harinya dalam merawat sebuah akun.

“Menjadi travelog, selain sebuah hobi juga bisa memberikan keuntungan. Untuk itu dibutuhkan kesabaran yang tinggi dalam menekuni hobi ini,” tuturnya.

Ketua HMJ KPI, Riski Ramadhan mengatakan, inisiatif diselenggarakannya acara tersebut adalah sebagai sarana apresiasi dan pembekalan inovasi kepada mahasiswa. Ia berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dapat lebih aktif dan lebih banyak dalam berkarya.

“Harapannya, melalui kegiatan ini ada output yang kita dapatkan. Karena pada dasarnya mahasiswa KPI ini sangat potensial. Hal ini dapat dilihat dari berbagai prestasi yang telah mereka raih selama ini,” kata Rizki.

Acara tersebut dihadiri puluhan mahasiswa KPI dan dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Baharuddin AR di Aula fakultas setempat.[]

Sara masroni

Mungkin Anda Menyukai