Dema Fakultas Syari’ah dan Hukum Uin Ar-Raniry Sukses Melaksanakan Upgrading Dan Raker
Sumberpost.com | Banda Aceh – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh sukses menyelenggarakan kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) Pengurus DEMA Fakultas Syari’ah dan Hukum Tahun 2026 yang bertempat di Aula Bappeda Aceh. Kegiatan ini mengusung tema “Aktualisasi Kajian, Aksi, dan Kemitraan sebagai Pilar Transformasi DEMA Syariah dan Hukum dalam Membangun Kepengurusan yang Solid, Berintegritas, dan Berdampak.” Sabtu (6/6/2026)
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta menyusun arah gerak strategis DEMA Fakultas Syari’ah dan Hukum selama satu periode kepengurusan ke depan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Kamaruzzaman, M.Sh., menyampaikan bahwa organisasi mahasiswa harus menjadi wadah pembentukan karakter kepemimpinan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial.
“Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum harus mampu menjadi agen perubahan yang mengedepankan nilai-nilai keilmuan, etika, dan pengabdian. Saya berharap DEMA mampu menghadirkan program-program yang produktif, solutif, dan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, fakultas, serta masyarakat luas. Kepengurusan yang solid harus dibangun di atas semangat kolaborasi, profesionalisme, dan integritas,” ujar Prof. Dr. Kamaruzzaman, M.Sh.
Sementara itu, Ketua Panitia, Agli Ardhi Wizarah, menyampaikan bahwa kegiatan upgrading dan rapat kerja ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus konsolidasi internal bagi seluruh pengurus.
“Kami berharap seluruh peserta tidak hanya memahami tugas dan fungsi organisasi, tetapi juga mampu membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan amanah kepengurusan. Kegiatan ini menjadi titik awal untuk melahirkan program kerja yang terukur, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Umum DEMA Fakultas Syari’ah dan Hukum, M. Ikram Al Ghifari, menegaskan bahwa DEMA harus hadir sebagai organisasi yang berorientasi pada kajian ilmiah, aksi nyata, dan penguatan kemitraan strategis.
“Tema yang kami usung bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah perjuangan organisasi. Kajian harus menjadi dasar berpikir, aksi menjadi bentuk keberpihakan terhadap kepentingan mahasiswa, dan kemitraan menjadi instrumen untuk memperluas manfaat organisasi. Kami ingin membangun DEMA yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga berdampak bagi fakultas, kampus, dan masyarakat Aceh secara luas,” tegas Ikram.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman luas dalam bidang kepemimpinan, organisasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pemateri pertama, H. Ilmiza Sa’aduddin Djamal, MBA, membawakan materi tentang pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang visioner dan adaptif di tengah tantangan zaman. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi pemimpin yang memiliki kapasitas intelektual, kemampuan komunikasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan.
Pemaparan yang disampaikan mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Selain dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam pembinaan generasi muda, beliau juga merupakan figur yang aktif mengawal berbagai isu strategis Aceh melalui perannya sebagai Ketua Komisi VII DPRA. Dalam kapasitas tersebut, bapak H. Ilmiz’a Sa’aduddin djam dinilai memiliki komitmen yang kuat dalam memperjuangkan implementasi kekhususan dan keistimewaan Aceh agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengalaman dan pemikirannya terkait pembangunan daerah, penguatan sumber daya manusia, serta pengawalan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kekhususan Aceh, menjadi inspirasi bagi peserta untuk turut mengambil peran dalam menjaga dan memperjuangkan masa depan Aceh melalui jalur akademik, organisasi, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Selanjutnya, pemateri kedua, Mahmuddin, S.H., M.H., memberikan pemahaman mengenai tata kelola organisasi yang efektif, pentingnya budaya kerja kolektif, serta strategi membangun organisasi yang profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, pemateri ketiga, Razif Al Farisy, S.H., membagikan pengalaman kepemimpinannya selama mengemban amanah sebagai Ketua Umum DEMA Fakultas Syari’ah dan Hukum periode 2025. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal organisasi, membangun komunikasi yang efektif antar pengurus, serta memastikan setiap program kerja memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Hasil rapat kerja yang dirumuskan diharapkan mampu menjadi pedoman strategis dalam mewujudkan organisasi mahasiswa yang solid, berintegritas, dan berdampak sesuai dengan kebutuhan serta harapan civitas akademika Fakultas Syari’ah dan Hukum. [Rel]
