Protes Mahasiswa Soal Penggusuran Rukoh: Mengapa Tak Tunggu Libur Semester?
Sumberpost.com | Banda Aceh – Suasana kawasan Jalan Rukoh, Kopelma Darussalam, mendadak riuh pada. Penertiban bangunan liar yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tepat di seberang asrama mahasiswa membuat akses jalan utama bagi mahasiswa yang tinggal di kawasan tersebut lumpuh total.Sabtu (6/6/2026).
Penertiban yang menargetkan toko-toko semi-permanen dan jasa penjahit di sepanjang drainase tersebut berdampak besar bagi mobilitas mahasiswa. Pasalnya, jalan ini merupakan akses utama yang digunakan mahasiswa untuk keluar masuk kampus, terutama bagi mereka yang tinggal di area lorong-lorong tanpa adanya jalan alternatif lain.
“Kami kaget, tiba-tiba pas keluar dari lorong kos, jalanan ditutup. Kami melihat banyak sekali bangunan yang dirobohkan dan terlihat banyak sekali paku berserakan di jalan. Kami jadi takut untuk lewat di sela-sela puing tersebut,” ungkap salah seorang mahasiswa yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Ia juga menambahkan kekhawatirannya akan kondisi kendaraan.
“Kami takut ban bocor. Walaupun bangunan tersebut sudah dipinggirkan ke sela-sela jalan, paku-paku masih banyak yang berantakan. Kami takut kalau motor kena paku, akhirnya ban bocor dan malah jadi terlambat ke kampus,” tambahnya.
Selain soal keselamatan kendaraan, ia juga menyampaikan pendapat terkait waktu pelaksanaan penertiban ini.
“Kenapa penertiban bangunan ini tidak dilakukan saat libur semester genap saja? Itu kan libur semester panjang bagi mahasiswa di kampus-kampus Banda Aceh. Kalau dilakukan seperti ini, tentu sangat mengganggu mobilitas kendaraan kami,” keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Satpol PP, Muhammad rizal menegaskan bahwa penindakan ini merupakan langkah tegas atas pelanggaran Qanun. Ia menyebut bangunan yang berdiri di atas drainase menjadi biang keladi penumpukan sampah dan ancaman banjir.
“Ini adalah akses publik. Bangunan di atas drainase melanggar ketentuan. Kami harus bertindak karena keluhan banjir dan sumbatan sampah sudah sangat sering masuk dari pemerintahan gampong dan kecamatan,” tegas Rizal di lapangan.
Terkait gangguan mobilitas, Rizal menyampaikan permohonan maaf dan berharap mahasiswa dapat bersikap kooperatif.
“Kami berharap mahasiswa dapat memaklumi kondisi ini. Kami memahami bahwasanya kegiatan ini mengganggu mobilitas, namun kami berharap agar mahasiswa dapat mendukung pelaksanaan penertiban yang kami lakukan demi ketertiban bersama,” ujarnya.
Pihak Satpol PP ia juga memastikan bahwa pengerjaan pembersihan ini akan selesai hari ini, sehingga tidak akan mengganggu mobilitas mahasiswa, baik untuk besok maupun di waktu yang akan datang. []
Reporter: Ayulizza
Editor: Riska Amelia
