HTI Kecam Charlie Hebdo

Sumberpost.com | Banda Aceh – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Banda Aceh, melakukan aksi Long March dari Masjid Al-Makmur Lampriet hingga bundaran Simpang Lima. HTI meminta penghina Nabi Muhamad di hukum mati.

10941840_327116464163375_4128803350723411666_n

Aksi unjuk rasa yang diikuti oleh pria, wanita juga anak-anak ini merupakan bentuk protes terhadap salah satu media Prancis Charlie Hebdo, yang memuat karikatur Nabi Muhamad dan dianggap menghina dan melecehkan Islam.

Dikatakan orator, redaksi Charlie Hebdo sengaja menerbitkan ulang karikatur Nabi Muhammad untuk menunjukkan kepada dunia, mereka tidak bisa ditaklukkan oleh kekerasan dan teror. Charlie Hebdo menganggap, tindakan mereka selama ini sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

Divisi Media Muslimah HTI, Ummul Farhan mengatakan, tindakan Charlie Hebdo merupakan bentuk hipokrisi atau kemunafikan barat.

“Katanya mereka (Prancis) bebas berpendapat dan berprilaku, tapi banyak sekali kaum muslimah Prancis yang dilarang untuk memakai jilbab dan dilarang untuk bebas menjalankan perintah agama,” kata Farhan.

Dalam aksi itu, HTI mengajak masyarakat untuk bergabung memperjuangkan agama Islam dan menegakkan khalifah. HTI beranggapan hanya khalifah yang akan menghentikan penghinaan Charlie Hebdo. Menurut mereka, pemerintah belum mengambil tindakan, meski hanya sekedar mengecam tabloid itu.

Selain itu, HTI menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menolak paham tidak islami seperti sekularisme dan liberalisme. “Dengan aksi ini diharapkan kaum muslimin sadar bahwa masih ada kelompok yang membela Rasul dan mau bergabung untuk menegakkan agama bersama-sama,” imbuh Farhan.

Sepanjang perjalanan dari masjid Al-Makmur menuju simpang lima, massa berulang kali menyerukan kalimat ”Lailahaillah Muhammadurrasulullah Allahuakbar”.

Elsa Isnanda, Rismayanti | Foto : Ulfa Maghfirah

Mungkin Anda Menyukai