Presma UIN Ar-Raniry: Jangan Lecehkan Pendidikan di Aceh

Sumberpost.com | Banda Aceh – Rabu (19/08/2021) Dewan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar aksi dan doa bersama di depan tembok yang ditutup di depan mushalla Fatun Mubin Sektor Utara.

Dalam hal ini Reza Hendra Putra selaku Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry mengomentari terkait penutupan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab atas tembok tersebut.

“Hari ini kita melihat banyaknya masyarakat dan mahasiswa yang mengeluh akan penutupan jalan dan kebijakan yang kita nilai tidak mencontohkan budaya pendidikan,” tutur Reza pada media setempat.

Hari ini teman-teman mahasiswa melakukan tindakan ini atas bentuk kekecewaan dan juga kegelisahan dari masyarakat maupun mahasiswa. Mereka berharap dengan tindakan yang dilakukan ini mampu dilihat oleh pimpinan-pimpinan kampus baik UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala, dan Dayah Chiek Pante Kulu.

”Ini bukan pimpinan yang menjadi korban dan bukan elite-elite kampus yang jadi korban, tapi yang menjadi korban adalah Mahasiswa dan Masyarakat di sekitarnya, Dan kami mengecam atas tindakan-tindakan seperti ini,” tutup Reza.

Bagi Reza dan teman teman hal ini bukan lagi persoalan tentang penutupan jalan ini tapi juga adanya pertimbangan soal kebijakan kebijakan yang diberikan oleh pimpinan kampus sudah tidak lagi mencerminkan nilai nilai pendidikan seutuhnya.

“Bagi kami hari ini poin utamanya bukan persoalan ada dan tidak adanya penutupan jalan ini, tapi ini atas pertimbangan bahwa kebijakan-kebijakan yang dilakukan pimpinan kampus-kampus sejauh ini sudah tidak lagi mencerminkan nilai-nilai pendidikan seutuhnya, kami menilai sudah terjadi sebuah pelecehan besar dalam dunia pendidikan, apalagi mengingat Darussalam tempat pendidikan di Aceh cerminan ataupun kiblat bagi seluruh masyarakat Aceh, ini adalah bentuk kecaman kami baik terhadap pimpinan UIN Ar-Raniry, Unsyiah, dan juga lainnya,” kata Reza.

Dalam tuntutan ini juga diminta kepada Pihak-pihak yang terlibat dalam hal ini baik Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry atau kampus lainnya, dan juga Pemerintah Aceh dapat segera duduk musyawarah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut secara kekeluargaan dan juga budaya pendidikan yang harus dikedepankan, agar kepercayaan asyarakat Aceh terhadap Darussalam sebagai tempat mencetak orang-orang hebat dan berpendidikan tidak hilang. [rel]

Editor: Uswatul Farida