PKM II PTKIN se-Sumatra, UIN Ar-Raniry Raih Gelar Juara di 10 Cabang Perlombaan

Sumberpost.com | Banda Aceh – Pada ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) ke-II Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Sumatera, yang dilakukan secara luar jaringan (luring) di UIN Imam Bonjol Padang. UIN Ar- Raniry berhasil meraih beberapa juara serta medali di berbagai cabang perlombaan.

Adapun juara tersebut diantaranya, juara 1 peraih medali emas cabang debat Bahasa Arab, puitisasi Al-Qur’an dan lempar pisau. Juara 2 peraih medali perak cabang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) dan film pendek. Juara 3 cabang Musabaqah Qira’atul Qutub (MQK), catur dan debat Bahasa Inggris. Serta juara harapan I cabang inovasi media pembelajaran dan juara II cabang pop solo islami.

Agus Rizki, pemenang lomba cabang lempar pisau yang berhasil meraih medali emas mengatakan, kesannya pada perlombaan kali ini dirasakan sangat luar biasa karena selain mengikuti lomba ia juga berkesempatan untuk bersilaturahmi antar organisasi.

“Yang paling berkesan yang saya rasakan saat lomba kali ini pesertanya 90% anggota Menwa, sehingga pada saat pertandingan terasa sangat berkesan bisa bertanding dengan Menwa se-Sumatera dimana pesertanya kebanyakan komandan Menwa langsung yang turun jadi peserta,” katanya saat dihubungi via WhatsApp (WA), Selasa (8/06/2021).

Dalam lomba lempar pisau ia juga menjelaskan sebenarnya tidak banyak memperoleh poin. Namun, secara keseluruhan berhasil mendapatkan kesempurnaan poin sebanyak 60.

”Alhamdulillah saya dapat poin sempurna di babak perempat final saat melawan UIN Imam Bonjol. Tapi saat final malah sedikit yang saya dapat, namun bisa menang,” ujarnya.

Agus menambahkan, ada kendala yang dihadapi dalam proses pertandingan yakni di bagian petunjuk teknis yang kurang baku. Di saat H-2 masih bisa berubah, sehingga membuat para peserta lempar pisau kurang persiapan yang lebih matang.

“Kami maklumi saja, mungkin itu kesalahan teknis. Karena untuk cabang lempar pisau pun untuk PKM se-Sumatera baru kali ini ada,” katanya.

Agus juga berharap, untuk PKM III persiapannya bisa lebih matang agar tidak terjadi hal yang sama lagi.

Dari cabang debat bahasa arab, Rizqi Muhammad Rayyan dan Marjanul Hayat mengatakan, jika mereka sangat senang bisa memenangkan debat bahasa Arab ini dan ini pengalaman kali pertama mereka dalam mengikuti lomba.

Debat bahasa Arab berdurasi 56 menit, perdebater mempunyai waktu bicara 7 menit di setiap ronde. Dalam debat ini tim dari UIN Ar-Raniry berhasil meraih juara pertama dengan skor akhir 92,83 mengalahkan UIN STS Jambi dengan skor akhir 90,2.

Analiansyah, selaku Ketua kontingen PKM UIN Ar-Raniry Banda Aceh memberi tanggapan terkait para peserta yang berhasil meraih juara di beberapa bidang. Ia mengatakan bahwasanya di UIN Ar-Raniry sendiri sudah dilakukan seleksi dengan baik untuk calon peserta, setelah seleksi, mereka mendapatkan pembekalan dari para pelatih.

“Sebenarnya beberapa cabang yang masuk final, tim kita merupakan unggulan. Namun dalam ketatnya persaingan, maka sebagian cabang tidak berhasil meraih juara satu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, sebagian peserta juga merasa yakin bisa memperoleh medali emas, namun dalam pertandingan ada faktor keberuntungan.

“Sebagian peserta sudah merasa yakin bisa memperoleh medali emas, namun di dalam pertandingan akan ada keberuntungan dan nasib baik, ditambah lagi tim dari perguruan tinggi lain juga telah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, semoga saja masih ada juara-juara baru dari UIN Ar-Raniry karena acara masih berlangsung sampai hari Rabu, tanggal 9 juni 2021,” ujarnya.

Analiansyah berharap, jika para peserta tidak cepat berpuas diri karena tantangan di depan lebih berat lagi.

“Kepada yang sudah menang jangan cepat merasa berpuas diri dan kepada yang masih berjuang dalam meraih juara, tetap semangat dan jangan pantang menyerah,” pungkasnya. []

Reporter : Raudhatul Jannah
Editor : Hasni Hanum