Demo Tolak Pergub JKA Jilid III Memanas, Massa dan Aparat Chaos di Depan Kantor Gubernur
Sumberpost.com | Banda Aceh – Suasana di depan Kantor Gubernur Aceh berubah tegang pada Rabu sore setelah aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Rakyat Aceh berujung kericuhan. Massa yang sejak awal menyuarakan penolakan terhadap Pergub Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) terlibat benturan dengan aparat keamanan ketika mencoba merangsek mendekati halaman utama kantor gubernur. Rabu, (13/05/2026).
Kericuhan mulai pecah sekitar pukul 17.00 WIB. Dari pantauan Sumberpost dilokasi, massa aksi tampak mendorong pagar barikade sambil meneriakkan tuntutan agar pemerintah Aceh mencabut kebijakan JKA yang dinilai memberatkan masyarakat. Situasi semakin panas ketika sejumlah botol plastik melayang ke arah aparat yang berjaga.
Petugas keamanan kemudian memperketat pengamanan dengan menurunkan personel Dalmas lengkap bersama kendaraan water cannon. Beberapa saat setelah dorong-dorongan terjadi, gas air mata dilepaskan untuk membubarkan kerumunan demonstran yang mulai memenuhi badan jalan di kawasan kantor gubernur. Asap putih terlihat menyelimuti area depan pagar hingga memaksa massa mundur berhamburan.
Di tengah kondisi chaos tersebut, muncul kabar mengenai sejumlah peserta aksi yang disebut diamankan aparat. Beberapa demonstran mengaku melihat rekannya dibawa secara paksa saat situasi mulai tidak terkendali. Salah satu peserta aksi menyebut sedikitnya enam orang sempat dipisahkan dari kerumunan dan dibawa menggunakan kendaraan aparat.
Hingga malam hari, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun Aliansi Rakyat Aceh terkait jumlah massa yang diamankan maupun tudingan adanya tindakan paksa terhadap demonstran.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes masyarakat terhadap Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA jilid III. Massa menilai aturan tersebut tidak lagi sepenuhnya berpihak kepada warga kecil, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah yang bergantung pada layanan kesehatan daerah.
Demonstran sebelumnya meminta Gubernur Aceh turun langsung menemui massa untuk memberikan penjelasan terbuka terkait kebijakan tersebut. Namun, tuntutan itu tidak mendapat respons apapun hingga menjelang petang itu, membuat emosi peserta aksi meningkat dan memicu ketegangan di lapangan.
Sementara itu, aparat keamanan masih disiagakan di sekitar kawasan Kantor Gubernur Aceh hingga malam guna mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan. Arus kendaraan di ruas jalan utama depan kantor gubernur juga sempat tersendat akibat konsentrasi massa yang belum sepenuhnya membubarkan diri. []
Reporter: Balqis Salsabila
Editor: Riska Amelia
