Untuk Kenyamanan Mahasiswa, UIN Ar-Raniry Tindaklanjuti Keluhan Jalan Berlubang

Sumberpost.com | Banda Aceh – Kondisi jalan berlubang di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dikeluhkan mahasiswa karena menimbulkan ketidaknyamanan serta dinilai berpotensi memicu kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk perkuliahan pagi hari. Kamis, (02/04/2026).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Ar-Raniry, Hilmi, mengatakan pihak kampus telah menerima berbagai laporan dan saat ini tengah memproses perbaikan di sejumlah titik.

“Kami memahami kondisi ini dan juga merasa prihatin, apalagi di pagi hari saat mahasiswa mengejar jam kuliah pertama. Kondisi jalan yang berlubang memang cukup riskan,” ujarnya.

Hilmi mengatakan, pihak kampus telah menurunkan tim survei untuk mendata titik-titik kerusakan. Hal ini ditandai dengan adanya garis putih di sejumlah ruas jalan sebagai bagian dari tahap awal perbaikan.

“Kami sudah turunkan tim survei dan titik-titik jalan berlubang sudah ditandai. Insya Allah dalam waktu dekat akan mulai dieksekusi,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, kerusakan jalan tersebar di beberapa area kampus, seperti akses menuju Fakultas Psikologi, Fakultas Tarbiyah, FEBI, hingga kawasan RKU yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa semester awal. Hilmi juga menjelaskan, kerusakan jalan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti curah hujan tinggi yang mempercepat pelebaran lubang serta tingginya intensitas penggunaan jalan oleh mahasiswa.

Ia menambahkan bahwa jalan tersebut dibangun sejak tahun 2011 dan sudah memasuki masa yang memerlukan pemeliharaan. Namun demikian, perbaikan menyeluruh belum dapat dilakukan saat ini karena keterbatasan anggaran. Kampus memilih langkah sementara berupa penambalan menggunakan aspal hotmix.

“Kami akan gunakan aspal hotmix untuk penambalan agar lebih rata dan nyaman dilalui. Memang sebelumnya ada keluhan karena tambalan tidak rata, dan itu juga kami rasakan,” jelasnya.

Ia memperkirakan proses perbaikan awal dapat mulai dilakukan dalam waktu sekitar satu minggu ke depan, dengan fokus pada titik-titik yang paling berisiko. Selain itu, kampus juga merencanakan penataan ulang infrastruktur jalan secara lebih komprehensif melalui program rekonstruksi pada tahun 2027 yang didukung anggaran bantuan luar negeri.

“Ke depan, desain jalan akan kita evaluasi, termasuk kemungkinan membuka akses baru agar mobilitas mahasiswa lebih lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak kampus mengimbau mahasiswa untuk tetap berhati-hati saat melintas di area kampus dan bersabar selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami mohon mahasiswa bersabar. Kritik dan saran sangat kami butuhkan, tentu untuk membangun kampus yang lebih baik,” tutupnya. []

Reporter: Riska Amelia

Editor: Miftahul Jannah