Talkshow S.A.F.E. oleh DEMA FPSI: Mahasiswa Lebih Berani Hadapi Pelecehan Verba

Sumberpost.com | Banda Aceh – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Psikologi (FPSI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menyelenggarakan Talkshow S.A.F.E. (Students Against Fear and Exploitation), Talkshow ini diikuti oleh 100 mahasiswa. bertempat di Aula SBSN FPSI. Kamis, (21/05/2026).

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Muslim, M.Si, diikuti pembacaan ayat suci Al-quran oleh Ratu Balqis Zaituddin dan laporan Ketua Panitia, Wahyu Annisa.

Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pelecehan verbal, gaslighting, dan situasi sosial yang tidak aman, serta memberikan strategi praktis dan psikologis untuk menghadapi tekanan sosial.

Ketua DEMA FPSI, Alfi Suthani, menekankan pentingnya keberanian mahasiswa untuk bersuara, menetapkan batasan, dan menjaga kesehatan mental dalam lingkungan akademik. Talkshow menghadirkan dua pemateri: Rida Nurdin, S.H, dan Siti Rahmah, S.Psi., B.Psych (Hons)., M.Psi., Psikolog.

Rida Nurdin membahas aspek hukum, sosial, dan psikologis terkait pelecehan seksual di kampus, termasuk bentuk pelecehan verbal, non-verbal, fisik, maupun digital. Insight psikologis dari sesi ini mencakup dampak emosional dan sosial pada korban, seperti rasa tidak aman, menurunnya kepercayaan diri, dan gangguan aktivitas akademik. Materi menekankan pentingnya keberanian merespons perilaku yang melanggar batas, menghentikan normalisasi candaan seksual, dan membangun budaya saling menghargai.

Siti Rahmah menekankan pelecehan verbal dan nonverbal, termasuk fenomena sexting dan sextortion. Siti Rahmah juga menjelaskan ancaman digital dan dampaknya pada kondisi psikologis korban, termasuk trauma, rasa malu, menyalahkan diri sendiri, dan hilangnya rasa aman. Materi juga menyoroti pentingnya self-awareness, safe response (menghentikan panik, menyimpan bukti, mencari bantuan), dan peran bystander aktif dalam menciptakan lingkungan aman dan suportif.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan peserta berbagi pengalaman dan menanyakan strategi menghadapi pelecehan. Highlight kegiatan termasuk simulasi menghadapi pelecehan, sesi interaktif, dan pemberian reward. Diskusi membantu peserta memahami penerapan teori psikologi dalam situasi nyata, sehingga wawasan dapat langsung dipraktikkan.

Peserta menerima benefit seperti e-sertifikat, snack, bagi peserta yang memenangkan quiz akan mendapatkan reward, serta memperoleh wawasan mengenai pentingnya self-awareness, keberanian menetapkan batasan, memahami dampak psikologis pelecehan seksual, serta cara melakukan safe response ketika menghadapi situasi yang tidak aman. Peserta juga diajak memahami pentingnya dukungan terhadap korban dan peran bystander aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan suportif.

Dengan terselenggaranya talkshow ini, DEMA FPSI berharap mahasiswa termotivasi untuk mengasah keberanian, membangun batasan sehat, dan berperan aktif menciptakan lingkungan kampus yang aman dan edukatif. Talkshow S.A.F.E. membuktikan bahwa edukasi psikologi dapat dikombinasikan dengan pendekatan praktis dan interaktif, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan pengembangan diri mahasiswa. [Rel]