Komunitas Film Trieng Resmi Bertransformasi Menjadi UKM di UIN Ar-Raniry

Sumberpost.com | Banda Aceh — Komunitas Film Trieng kini resmi beralih status menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UIN Ar-Raniry sejak 23 Mei 2026. Perubahan ini menandai babak baru bagi organisasi yang selama lebih dari satu dekade berada di tingkat fakultas. Jumat, (05/06/2026).

Ketua UKM Komunitas Film Trieng, Alma Rifqi Akhyar, menceritakan bahwa sejak berdiri pada 2014 hingga sebelum resmi menjadi UKM pada 2026, komunitas ini bernaung di bawah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Namun, memasuki tahun 2025, pihak fakultas tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk komunitas tersebut.

Menurut Alma, hal tersebut bermula saat pengurus komunitas berkonsultasi langsung dengan Wakil Dekan III dan diketahui oleh Wakil Dekan II FDK. Dalam pertemuan itu, pihak dekanat menyampaikan bahwa mereka tidak dapat lagi menganggarkan dana karena Komunitas Film Trieng bukan lagi merupakan Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Dana pagu fakultas sendiri diprioritaskan untuk ormawa seperti SEMA, DEMA, dan HMP. Karena karakteristiknya yang fokus pada pengembangan kegiatan, pihak dekanat menyarankan agar Komunitas Film Trieng naik status menjadi UKM agar bisa didukung langsung oleh universitas.

“Pertimbangan naik menjadi UKM itu bukan dari pihak kami saja. Banyak pihak yang harus kami terima dukungannya, baik dari alumni, para dosen, maupun senior.” ujarnya.

Menurut Alma, status sebagai UKM juga membuat organisasi memiliki dukungan yang lebih jelas dari pihak kampus sehingga dalam menjalankan kegiatan mereka tidak lagi berjalan sendiri ketika menghadapi kendala di lapangan.

Ia juga menambahkan, status baru ini diharapkan bisa mengenalkan Komunitas Film Trieng lebih luas di lingkungan kampus, terutama di kalangan dosen dan birokrasi universitas yang selama ini belum terlalu akrab dengan keberadaan mereka.

Selama ini, keanggotaan Komunitas Film Trieng mayoritas diisi oleh mahasiswa dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), khususnya Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Padahal, menurut Alma, cukup banyak mahasiswa dari fakultas dan prodi lain di UIN Ar-Raniry yang memiliki minat serta potensi besar di bidang perfilman.

Oleh karena itu, mulai tahun depan, agenda open recruitment (Oprec) anggota baru akan dibuka untuk seluruh mahasiswa UIN Ar-Raniry secara umum, sbukan lagi terbatas pada lingkup FDK. Meski ruang lingkupnya meluas, nama ‘Komunitas Film Trieng’ tetap dipertahankan karena makna ‘komunitas’ dianggap paling mewakili wadah berkumpulnya orang-orang dengan hobi yang sama.

Menurut Alma, di Aceh sendiri belum ada kampus lain yang memiliki komunitas film resmi yang terstruktur di tingkat universitas. Kehadiran UKM ini diharapkan bisa menjadi nilai tambah bagi UIN Ar-Raniry dalam mendukung kreativitas mahasiswa.

Sebagai penutup, Alma berharap UIN Ar-Raniry dapat terus mendukung kreativitas mahasiswa di bidang perfilman agar dapat terus berkembang di lingkungan kampus.

“Semoga UIN mendukung kreativitas mahasiswa di perfilman agar bisa menyaingi industri film ataupun menciptakan industri film, terutama di Aceh, setingkat kampus,” tutupnya. []

Reporter: Nurul Amalia

Editor: Nurul Azkia