Tampak depan gerbang UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. (dok/Ist)

Ekonomi Syariah Masih Dominan, Prodi Baru Manajemen Haji dan Umrah UIN Ar-Raniry Diserbu Peminat

Sumberpost.com | Banda Aceh – Program Studi Ekonomi Syariah di UIN Ar-Raniry tahun ini masih menjadi pilihan utama calon mahasiswa dengan jumlah peminat terbanyak, melanjutkan tren tahun sebelumnya. Di tengah dominasi tersebut, prodi baru Manajemen Haji dan Umrah turut mencuri perhatian karena banyak diminati oleh calon pendaftar UIN Ar-Raniry, meski belum lama dibuka. Kehadiran prodi ini menjadi warna baru dalam pilihan para calon mahasiswa, seiring meningkatnya ketertarikan pada bidang layanan haji dan umrah, Rabu (15/04/2026).

Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) merupakan prodi baru di UIN Ar-Raniry yang izin operasionalnya resmi dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Agama pada 27 Mei 2025. Meski tergolong baru, prodi ini langsung menunjukkan daya tarik dengan jumlah peminat yang cukup tinggi pada jalur penerimaan mahasiswa baru tahun ini.

Koordinator Pusat Admisi UIN Ar-Raniry, Muammar Yulian, menyebut tingginya minat terhadap prodi tersebut bahkan melampaui perkiraan awal kampus.

“Animo masyarakat sangat besar sekali, di luar ekspektasi awal kita. Di jalur SPAN kemarin, Manajemen Haji dan Umrah itu termasuk yang favorit,” katanya.

Ia menjelaskan, UIN Ar-Raniry memiliki dua klaster program studi, yakni di bawah Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Secara keseluruhan, terdapat 31 program studi di bawah Kementerian Agama dan 16 program studi di bawah Kemdikbudristek.

“Kalau di bawah Kementerian Agama, yang paling banyak diminati itu Ekonomi Syariah. Sementara untuk yang di bawah Kemdikbudristek, yang paling tinggi itu Bimbingan Konseling, kemudian diikuti Teknologi Informasi, Psikologi, dan Ilmu Hukum,” jelas Muammar.

Berdasarkan data yang dihimpun, Prodi Ekonomi Syariah mencatat jumlah peminat tertinggi dengan 1.738 orang. Sementara itu, Prodi Manajemen Haji dan Umrah memiliki 1.042 peminat, dengan kuota penerimaan sekitar 75 orang dari seluruh jalur seleksi.

Muammar menegaskan, meski jumlah peminat tinggi, pihak kampus tidak serta-merta menambah kuota secara besar-besaran. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas pendidikan serta proses akreditasi, terutama bagi program studi yang masih baru.

“Prodi baru tidak boleh langsung dibuka kuota besar karena kita harus menjaga ritme, tsalah satu fungsinya untuk nanti penilaian akreditasi. Jadi tidak bisa langsung karena peminat banyak, lalu kita terima dalam jumlah besar,” jelasnya.

Selain Manajemen Haji dan Umrah, UIN Ar-Raniry juga membuka prodi baru lain seperti Manajemen Industri Halal yang dinilai memiliki prospek cukup baik dan mulai diminati calon mahasiswa.

Sebagai penutup, Muammar mengimbau calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus agar tidak melewatkan tahapan penting, terutama daftar ulang.

“Jangan sampai yang sudah lulus justru tidak daftar ulang, karena kesempatan ini sangat terbatas dan banyak yang bersaing untuk masuk,” tutupnya. []

Reporter : Nurul Azkia

Editor : Miftahul Jannah